Ilustrasi - - Foto: Medcom
Ilustrasi - - Foto: Medcom

DKI Jakarta Inflasi 0,33% di Maret 2020

Ekonomi inflasi dki jakarta
Eko Nordiansyah • 02 April 2020 09:47
Jakarta: Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan DKI Jakarta mencatat indeks harga konsumen di DKI Jakarta pada Maret 2020 mengalami inflasi sebesar 0,33 persen (mtm) atau meningkat 0,27 persen (mtm) dari inflasi bulan sebelumnya. Secara tahunan, inflasi tercatat sebesar 0,85 persen (ytd) atau 3,22 persen (yoy).

Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Hamid Ponco Wibowo mengatakan tingginya inflasi Maret 2020 terutama dipengaruhi kenaikan pada kelompok Penyedia Makanan dan Minuman/Restoran; kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa lainnya; serta kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga.
 
"Sementara itu, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, merupakan kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar dalam inflasi Jakarta pada Maret 2020," kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis, 2 April 2020.
 
Tekanan inflasi terbesar pada bulan ini bersumber dari kelompok makanan, minuman dan tembakau. Inflasi pada kelompok ini tercatat sebesar 0,94 persen (mtm) yang terutama disumbang oleh inflasi pada komoditas bawang bombai, kangkung, dan gula pasir. Kenaikan harga pada komoditas bawang bombay menyumbang inflasi terbesar dengan kontribusi sebesar 0,15 persen (mtm).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tingginya inflasi bawang bombai disebabkan terganggunya pasokan dari impor sebagai akibat dampak penanganan covid-19 di negara asal komoditas tersebut, khususnya India. Sebagaimana dengan bawang bombai, terbatasnya pasokan gula pasir menjadi faktor penyebab meningkatnya harga komoditas tersebut di pasar," jelas dia.
 
Sementara itu, kelompok Penyedia Makanan dan Minuman/Restoran mengalami inflasi sebesar 0,76 persen (mtm), lebih tinggi dari bulan sebelumnya yaitu 0,13 persen (mtm). Kenaikan inflasi pada kelompok pengeluaran ini terutama disumbang oleh inflasi pada komoditas nasi dengan lauk dan soto, dengan besaran kontribusi inflasi yang sama, yaitu masing-masing sebesar 0,03 persen (mtm).
 
Sementara itu, kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa lainnya mengalami inflasi sebesar 0,48 persen (mtm), lebih tinggi dari bulan sebelumnya yaitu 0,17 persen (mtm), didorong inflasi komoditas emas perhiasan, dengan kontribusi terhadap inflasi sebesar 0,05 persen (mtm), seiring dengan kenaikan harga emas dunia.
 
Selanjutnya, kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga mengalami inflasi sebesar 0,42 persen (mtm), disumbang oleh kenaikan harga sabun detergen bubuk/cair pada Maret 2020, dengan kontribusi terhadap inflasi sebesar 0,02 persen (mtm).

 
Laju inflasi Jakarta tertahan oleh deflasi pada kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan. Pada Maret 2020, kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan mengalami deflasi sebesar 0,15 persen (mtm). Deflasi yang terjadi pada kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan terutama disumbang oleh penurunan harga laptop/notebook pada Maret 2020.
 
Menurutnya, tetap terjaganya inflasi Jakarta pada Maret 2020 didukung oleh koordinasi pengendalian inflasi yang solid. Konsistensi BI dalam menjaga stabilitas harga serta koordinasi antara BI, pemerintah provinsi DKI Jakarta dan pemerintah pusat melalui TPID dan forum-forum yang ada mendukung terjaganya inflasi Jakarta hingga Maret 2020.
 
"Ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi terus dijaga di tengah wabah covid-19, antara lain melalui penyediaan penjualan secara online dari pasar-pasar yang dikelola oleh BUMD Jakarta, yakni PT Food Station, Perumda Pasar Jaya dan PD Dharma Jaya, serta oleh Bulog," pungkasnya.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif