Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini. FOTO: MI/RAMDANI
Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini. FOTO: MI/RAMDANI

PLN Batasi Serapan Listrik Mini Hidro di Sumut

Ekonomi listrik pembangkit listrik PLN
Suci Sedya Utami • 26 Agustus 2020 07:52
Jakarta: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) tetap menghargai kontrak jual beli listrik yang telah disepakati dengan produsen listrik swasta (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sumatera Utara (Sumut).
 
Oleh karenanya, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, volume yang diserap oleh PLN pun sesuai yang telah disepakati dalam kontrak meskipun ada kelebihan pasokan yang diproduksi oleh IPP.
 
Zulkifli mengatakan IPP meminta agar PLN menyerap kelebihan tersebut. Namun, kata dia, PLN pun tengah mengalami kelebihan pasokan atau oversupply karena permintaan yang menurun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau kontraknya jumlahnya tertentu kami akan ambil beli listriknya sesuai kontrak, yang dipermasalahkan adalah kelebihan setelah angka kontrak yang mereka minta untuk kami beli padahal situasi oversupply," kata Zulkifli, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 26 Agustus 2020.
 
Dengan kondisi kelebihan pasokan, lanjutnya, PLN memilih tidak membeli pasokan listrik tersebut. Maka dari itu, ia bilang, PLN tidak menyalahi kontrak yang telah disepakati bersama. Selain membeli sesuai volume yang disetujui sebelumnya, PLN pun membeli listrik dengan harga yang juga telah disepakati.
 
"Pada dasarnya kami selalu sampaikan bahwa mari kita sama-sama hormati kontrak," tutur dia.
 
Lebih lanjut, mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini menambahkan, pihaknya terus membangun komunikasi dengan IPP PLTMH dengan baik. Ia bilang terkait dengan kelebihan pasokan di PLTMH, negosiasnya bersifat win-win solution.
 
Pada Juni lalu PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Sumatera Utara menberbitkan surat edaran yang isinya adalah pemberitahuan kepada para IPP PLTMH di Sumatera Utara yang dibatasi serapan listriknya.
 
Ada tujuh perusahaan yang ditetapkan akan dibatasi serapan listriknya yakni T Mega Power Mandiri, PT Bersaudara Simalungun Energi, PT Humbahas Bumi Energi, PT Global Hidro Energi, PT Energy Sakti Sentosa, PT Global Karai Energi dan PT Seluma Clean Energy.
 
Dalam surat UP2D Sumut dengan nomor 003/KIT.03.03/080900/2020 dikatakan bahwa realisasi kWh produksi sudah melebihi target maka selanjutnya PLN akan melakukan order pelepasan sinkron dari sistim 20 kV PLN.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif