Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Foto : MI.
Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Foto : MI.

Dahlan Iskan: Peran Besar Penyelamatan Ekonomi di Bank BUMN

Ekonomi bumn
Husen Miftahudin • 18 Mei 2020 16:24
Jakarta: Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menilai bank-bank pelat merah memiliki peran terbesar dalam menyelamatkan perekonomian nasional dari tekanan virus korona (covid-19). Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) bisa berbuat banyak dalam pemulihan ekonomi.
 
"Bank-bank BUMN memiliki peranan terbesar (memulihkan perekonomian nasional) dengan cara bagaimana kredit-kredit di-reschedule. Bukan dihapus, bukan dipotong, tetapi pembayaran cicilannya ditunda, pembayarannya lebih panjang," ujar Dahlan dalam seminar daring di Jakarta, Senin, 18 Mei 2020.
 
Dalam hal ini, jelasnya, bank-bank BUMN juga bisa menyelesaikan kredit nasabah dengan berbagai cara. Apakah dengan cara memperpanjang tenor atau dengan cara menggeser bunga sehingga dapat meringankan beban dunia usaha di masa pandemi covid-19 ini.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya kira jumlah bank BUMN sangat besar dan kredit yang dialirkan juga sangat besar. Sehingga kalau bidang ini bisa diambil oleh bank BUMN peranannya dalam menyelamatkan ekonomi negara sudah sangat besar," urainya.
 
Apalagi, lanjut Dahlan, bank-bank BUMN bisa mencari dana besar dengan bunga pinjaman murah. Sehingga ketika bank-bank BUMN memberi restrukturisasi kredit kepada dunia usaha, maka upaya tersebut tidak membebani bank Himbara.
 
"Bahkan kalau bisa (bank-bank BUMN) masih bisa menyalurkan kredit untuk pengusaha-pengusaha tertentu, misalnya pengusaha yang mampu ekspor," jelas dia.
 
Penyaluran kredit kepada dunia usaha ditujukan agar pelaku-pelaku bisnis tidak tumbang di tengah gempuran covid-19. Namun langkah ini perlu analisis mendalam agar tepat sasaran, sehingga sektor-sektor yang mendapat aliran kredit itu benar-benar mampu menjaga konsumsi masyarakat dan perekonomian nasional.
 
Dahlan menyebut sektor bisnis prioritas yang harus mendapat kemudahan sokongan pinjaman adalah perusahaan-perusahaan eksportir. Bila sektor ini kolaps, maka akan merusak jalur logistik di dalam negeri.
 
"Kalau tidak, jaringan mereka di internasional hilang, akses mereka di internasional hilang, jalur logistik di dalam negeri hilang, sistemnya hilang. Sebaiknya memang pemerintah mempunyai daftar perusahaan-perusahaan eksportir yang harus dijaga agar jangan sampai kolaps, termasuk dukungan apa yang harus diberikan," tegas Dahlan.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif