Ilustrasi. FOTO: MI/Aries Munandar
Ilustrasi. FOTO: MI/Aries Munandar

Legislator: Sawit Komoditas Strategis bagi Perekonomian Nasional

Ekonomi minyak sawit kelapa sawit
Antara • 03 September 2020 10:04
Jakarta: Komoditas kelapa sawit dinilai memiliki nilai yang strategis bagi bangsa Indonesia karena menjadi sumber devisa negara dan penopang ekonomi nasional. Diharapkan komoditas kelapa sawit ini bisa terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi ekonomi Indonesia di masa mendatang.
 
Wakil Ketua Komisi IV DPR Hasan Aminuddin mengatakan nilai ekspor produk minyak sawit, termasuk oleokimia dan biodiesel pada 2019 mencapai sekitar USD20 miliar. Tingginya ekspor minyak sawit dan produk turunannya itu, tambahnya, menjadikan neraca perdagangan Indonesia bisa lebih baik.
 
"Bangsa Indonesia wajib bersyukur karena memperoleh anugerah yang luar biasa dari Tuhan berupa tumbuh suburnya kelapa sawit yang menjadi sumber devisa negara dan menjadi penopang ekonomi nasional," ujarnya, dikutip dari Antara, Kamis, 3 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia perkebunan kelapa sawit yang umumnya dibangun di daerah terpencil dan minim sarana-prasarana ekonomi mampu mendorong berkembangnya satu wilayah menjadi sentra ekonomi. Ke depan, kata dia, peran kelapa sawit diharapkan akan semakin penting, terutama terkait dengan permintaan yang semakin meningkat.
 
Oleh karena itu, Hasan meminta semua pihak berhati-hati dalam melontarkan pernyataan terkait kelapa sawit. Sebab jika tidak pas justru akan menjadi bumerang bagi perekonomian Indonesia.
 
Senada, Anggota Komisi IV DPR Luluk Nur Hamidah menyebutkan komoditas sawit sudah menjadi industri strategis karena sumbangan yang luar biasa besar, baik dalam hal pembukaan peluang kerja maupun devisa bagi negara. Di sisi lain, Luluk mengakui adanya kampanye hitam yang dilakukan komunitas-komunitas internasional terkait sawit.
 
"Ini dilakukan negara Eropa yang menjadi negara tujuan ekspor. Ya, memang ada kepentingan ekonomi yang sengaja didesain dengan isu-isu lingkungan hidup," tuturnya.
 
Luluk menyebutkan para komunitas internasional gencar melakukan kampanye hitam dengan pendekatan yang seolah-olah bisa diterima secara ilmiah bahwa produk dari olahan sawit berbahaya secara kesehatan, serta soal isu lingkungan.
 
Dia mencontohkan penggunaan pendekatan-pendekatan dengan riset, misalnya, produk dari sawit dianggap memiliki lemak jenuh yang bisa mengganggu jantung. "Bagi mereka, intinya sawit harus diperangi karena tidak mendukung gaya hidup sehat. Kedua soal isu lingkungan hidup. Jadi, kita ini dipepet dari ujung ke ujung, baik isu kesehatan dan lingkungan," tutupnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif