Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Foto: MI/Permana
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Foto: MI/Permana

Mentan: Ekspor Komoditas Pertanian Tetap Ditingkatkan

Ekonomi ekspor kementerian pertanian virus corona
Ilham wibowo • 04 Juni 2020 16:41
Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan ekspor komoditas pertanian tetap dilakukan di tengah penanganan pandemi covid-19. Kinerjanya bahkan didorong untuk terus tumbuh.
 
"Pemerintah Indonesia tidak mempunyai maksud untuk melakukan pembatasan ekspor komoditas pertanian," kata Syahrul dalam pemaparan di kantor Kementerian Luar Negrei, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2020.
 
Dorongan kegiatan ekspor pertanian tersebut seperti dari subsektor perkebunan antara lain minyak sawit, kopi, kakao, dan teh. Kemudian dari subsektor hortikultura meliputi sayuran dan buah-buahan tropis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kebijakan ini penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia maupun pendapatan para petani," ucapnya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Syahrul memaparkan agenda jangka pendek yang dilaksanakan pemerintah pada saat pandemi covid-19 masih berlangsung. Stabilitas pasokan 11 komoditas pangan pokok dan penting dilakukan melalui intensifikasi pertanian pangan untuk meningkatkan produktivitas dan produksi pangan, termasuk percepatan tanam.
 
Kesebelas jenis pangan tersebut yakni padi/beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai merah besar, cabai rawit, daging sapi, daging ayam, telur ayam, gula, dan minyak goreng.
 
"Kemudian rehabilitasi jaringan irigasi dan pemanenan air hujan untuk antisipasi kekeringan menghadapi musim kemarau dan pemanfaatan perdagangan internasional apabila terjadi kekurangan pasokan pangan dari produksi dalam negeri dan cadangan pangan nasional sesuai aturan WTO," paparnya.
 
Stabilitas harga 11 komoditas pangan pokok dan penting di tingkat produsen dan konsumen juga dijaga melalui penetapan harga pembelian di produsen dan penjualan di konsumen. Kemudian (pembelian gabah/beras dan pangan lainnya oleh pemerintah melalui Bulog untuk membangun cadangan pangan pemerintah saat panen raya, serta perbaikan sistem distribusi pangan bekerja sama Kementerian Perhubungan dan perusahaan swasta bidang transportasi pangan.
 
"Penambahan pasokan pangan ke pasar pada saat harga pangan melonjak, dan pengembangan Pasar Mitra Tani untuk meningkatkan efisiensi pemasaran dengan memotong rantai pasokan pangan dari produsen ke konsumen," tuturnya.
 
Dalam agenda jangka menengah, lanjut Syahrul, pihaknya juga menyiapkan strategi dalam memperkuat cadangan pangan pemerintah pusat dan daerah serta pengembangan sistem informasi untuk meningkatkan efisiensi pemasaran dan perluasan pasar hasil pertanian.
 
Kemudian akselerasi peningkatan ekspor pertanian dengan target sekitar tiga kali lipat dalam lima tahun melalui pengembangan produk dan menciptakan produk baru yang memenuhi standar perdagangan internasional dan membuka pasar ekspor baru.
 
"Lalu pengembangan diversifikasi pangan berbasis sumber pangan lokal melalui optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan serta kebun sekitar rumah, dan pengembangan pangan olahan berbasis pangan lokal oleh UMK bekerja sama dengan industri pangan," ucap Syahrul.
 

 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif