Ilustrasi vaksin covid-19. Foto: Medcom.id
Ilustrasi vaksin covid-19. Foto: Medcom.id

6 Perusahaan Swasta Siap Berinvestasi Buat Vaksin Merah Putih

Ekonomi industri farmasi vaksin covid-19
Ilham wibowo • 20 Oktober 2020 15:16
Jakarta: Pemerintah butuh dukungan tambahan kapasitas produksi vaksin merah putih untuk mengatasi pandemi covid-19 di Tanah Air. Kolaborasi dalam bentuk investasi dibuka untuk keterlibatan perusahaan swasta di bidang farmasi.
 
"Kami sudah menggandeng dan bernegosiasi dengan beberapa perusahaan swasta yang bersedia untuk investasi pengembangan atau manufacturing dari vaksin covid-19 ini," kata Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro dalam konferensi pers pengembangan vaksin secara virtual, Selasa, 20 Oktober 2020.
 
Sejauh ini, kata Bambang, ada enam perusahaan yang akan melakukan produksi massal vaksin covid-19, di antaranya Kalbe Farma, Sanbe Farma, Daewoong, Biotis, dan Tempo Scan. Menurut Bambang, kolaborasi dengan perusahaan swasta memegang peranan strategis mendukung percepatan produksi vaksin jangka menengah di dalam negeri selain Bio Farma.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Beberapa dari mereka sudah investasi dan mengurus izin ke BPOM sebagian lagi sedang mempersiapkan rencana investasi dan izin tersebut," ungkapnya.
 
Dalam perhitungan Bambang, kebutuhan vaksin yang mesti tersedia untuk seluruh rakyat Indonesia berjumlah 540 juta dosis. Akan tetapi, angka kecukupan minimal yang perlu tersedia yakni 2/3 dari jumlah penduduk Indonesia atau sekitarnya 360 juta dosis.
 
"Karena satu orang butuh dua kali vaksin maka 270 juta kali dua alias 540 juta dosis, tidak akan bisa dipenuhi oleh Bio Farma sendirian yang kapasitas (produksi) tahun depan diperkirakan 250 juta dosis per tahun," paparnya.
 
Langkah penyediaan vaksin jangka pendek, lanjut Bambang, juga dilakukan dengan menjalin kerja sama dengan perusahaan di luar negeri untuk mempercepat proses vaksinasi. Meski impor, Bambang menyebut akan ada kerja sama terkait tata kelola yang juga dilakukan oleh pihak Indonesia.
 
"Meskipun ada yang beli langsung vaksin dalam keadaan utuh tetapi kita lebih mengutamakan yang kerja sama atau transfer of teknologi. Paling tidak untuk memindahkan vaksin dalam bentuk box yang dikirim dari luar itu ke dalam botol-botol yang nantinya kemudian didistribusikan untuk keperluan vaksinasi," tuturnya.

 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif