Ilustrasi ketenagakerjaan - - Foto: Medcom
Ilustrasi ketenagakerjaan - - Foto: Medcom

Indonesia Sepakati Kerja Sama Bidang Ketenagakerjaan dengan Tiga Negara

Ekonomi tenaga kerja ketenagakerjaan kecelakaan korsel jepang tiongkok
Annisa ayu artanti • 28 Oktober 2020 14:48
Jakarta: Indonesia menyepakati peningkatan kerja sama di bidang ketenagakerjaan dengan tiga negara yakni Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. Kerja sama itu disepakati dalam pertemuan 18th Senior Labour Officials Meeting Plus Three (SLOM+3).
 
"Dari diskusi pertemuan SLOM tadi, ketiga negara mitra (RRT, Jepang, dan Republik Korea) sangat terbuka sekali berbagai kesempatan untuk bekerja sama bidang ketenagakerjaan," ujar Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi dalam keterangan tertulis, Rabu, 28 Oktober 2020
 
Anwar menjelaskan tenaga kerja Indonesia di Jepang yang dibuka lebar saat ini profesi perawat (caregiver) atau dalam bahasa Jepang disebut kaigofukushishi. Tugas caregiver adalah merawat lansia di Jepang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Indonesia memiliki kans mengirim tenaga kerja non blue collar seperti caregiver. Banyak lansia di Jepang yang membutuhkan tenaga perawat," sebutnya.

 
Sementara Republik Korea, lanjut Anwar Sanusi, juga mendukung berbagai kerja sama regional ketenagakerjaan untuk menghentikan perdagangan manusia (human trafficking) di ASEAN.

Korea sepakat meningkatkan perlindungan dan promosi hak-hak pekerja migran dari eksploitasi dan penganiayaan. Termasuk memperkuat perlindungan dan promosi hak-hak pekerja migran dengan meningkatkan tata kelola tenaga kerja di negara-negara Asean.
 
"Apalagi Indonesia pun telah memiliki Atase Ketenagakerjaan di Korea. Mudah-mudahan setelah pandemi covid-19, kita bisa meningkatkan kualitas tenaga kerja yang akan kita kirim ke Korea," terang dia.
 
Sementara itu, Tiongkok menawarkan kerja sama dengan beberapa negara ASEAN terkait banyak isu. Di antaranya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) atau ASEAN Occupational Safety and Health (ASEAN-OSHNET).
 
"Mudah-mudahan kita bisa memanfaatkan momentum SLOM+3 ini untuk dua tahun kedepan sebaik-baiknya, untuk kemajuan ASEAN secara umum, dan kemajuan ketenagakerjaan di Indonesia," kata dia.
 
Anwar menambahkan tiga negara mitra tersebut memiliki multilateral dan bilateral cooperation. Multilateral akan dilakukan apabila ada event tertentu yang melibatkan beberapa negara. Indonesia pun sangat terbuka untuk kerja sama bilateral dengan negara Tiongkok, Jepang, dan Republik Korea.
 
"Kita punya pengalaman cukup bagus untuk kerja sama bilateral dengan tiga negara tersebut," ujarnya.

 
Sementara itu, Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri (KLN) Kemnaker, Indah Anggoro Putri, mengatakan bahwa hasil pembahasan SLOM+3 ini akan dibawa dan diadopsi dalam pertemuan atau Forum ASEAN Labour Minister's Meeting Plus Three (ALMM+3) berupa Joint Statement yang berisi pencapaian laporan kerja atau project yang sudah dikerjakan, sedang berlangsung, dan akan dilaksanakan ASEAN SLOM+3 di 2021-2025.
 
"Jadi ini sifatnya lebih mempererat kerja sama dalam bidang ketenagakerjaan ASEAN +3," pungkas di
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif