Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Dok. Kemenperin
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Dok. Kemenperin

Menperin: Industri Otomotif RI di Atas Filipina

Ekonomi industri otomotif Kementerian Perindustrian
Nia Deviyana • 12 Januari 2021 17:52
Jakarta: Industri kendaraan bermotor merupakan salah satu yang didorong pengembangannya di Tanah Air dan memberi kontribusi dalam mendukung perekonomian nasional.
 
Kontribusi tersebut dapat dilihat dari kinerja ekspor produk otomotif yang masih menunjukkan capaian signifikan, meskipun dalam kondisi pandemi.
 
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan daya saing industri otomotif RI yang tinggi membuat beberapa negara melakukan perlindungan terhadap pasar domestiknya. Salah satunya Filipina yang memberlakukan safeguard atas kendaraan penumpang serta kendaraan komersial ringan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penerapan safeguard tersebut menunjukkan bahwa Industri otomotif Indonesia di atas Filipina,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa, 12 Januari 2021.
 
Produksi kendaraan roda empat Indonesia pada 2019 mencapai 1.286.848 unit. Angka tersebut sangat jauh dibandingkan dengan produksi Filipina yang hanya mencapai 95.094 unit.
 
Selain itu, Menteri Perindustrian mengatakan perkembangan otomotif Indonesia menunjukkan tren yang menggembirakan.
 
"Dalam catatan saya, setidaknya akan masuk investasi senilai lebih dari Rp30 triliun ke Indonesia untuk sektor otomotif,” lanjutnya.
 
Di saat yang sama, industri otomotif global memiliki global value chain yang tinggi, sehingga perbedaan harga antarnegara relatif rendah. Dalam hal ini, Indonesia diuntungkan karena saat ini telah mampu mengekspor produk otomotif ke lebih dari 80 negara dengan rata-rata 200 ribu unit per tahun.
 
"Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia makin terintegrasi dengan pasar dunia,” imbuhnya.
 
Pada Januari hingga November 2020, Indonesia telah mencatat sebanyak 206.685 unit kendaraan Completely Build Up (CBU), 46.446 unit Completely Knock Down (CKD), serta 53,6 juta buah komponen kendaraan.
 
Kembali mengenai kebijakan yang diberlakukan Filipina, Agus menekankan bahwa Filipina lebih dahulu harus membuktikan bahwa memang terjadi tekanan pada industri otomotif di Filipina akibat impor produk sejenis dari Indonesia, sehingga perlu mengambil kebijakan penerapan safeguard bagi produk impor dari Indonesia.
 
"Ini disebabkan karena penerapan safeguard memiliki konsekuensi di WTO,” pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif