Ilustrasi pariwisata. Foto: Antra/Noveradika
Ilustrasi pariwisata. Foto: Antra/Noveradika

Kunci Dongkrak Pariwisata agar Ekonomi Terus Melaju

Ekonomi pariwisata Airlangga Hartato Pemulihan Ekonomi Nasional
M. Ilham Ramadhan Avisena • 27 September 2020 13:14
Jakarta: Pemerintah optimistis dapat mencegah pelambatan ekonomi berkepanjangan di Tanah Air. Salah satu cara ialah mendorong sektor pariwisata. Upaya menggeliatkan sektor pariwisata dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.
 
"Pemerintah telah menyiapkan strategi, serta menetapkan berbagai kebijakan dan program untuk menggerakkan ekonomi. Namun, tetap mengedepankan kepatuhan terhadap protokol kesehatan,” ujar Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Lagoi Bay, Kepulauan Riau, dalam keterangan resmi, Minggu, 27 September 2020.
 
Dia juga menggencarkan Kampanye I Do Care yang diluncurkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada 10 Juli lalu. Gerakan itu untuk menekankan urgensi penerapan protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) pada sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) di Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Standar CHSE tersebut sudah sesuai dengan standar global. Kami sangat mengapresiasi langkah Kemenparekraf yang mengusung kampanye InDOnesia Care atau I Do Care dalam menegakkan protokol kesehatan di dunia pariwisata," imbuh Airlangga.
 
Sosialisasi program CHSE menyasar sembilan destinasi MICE. Rinciannnya, Bintan, Yogyakarta, Bandung, Medan, Surabaya, Manado, Lombok, Banten, DKI Jakarta dan Semarang. Airlangga menyebut terpilihnya Bintan sebagai salah satu lokasi Kampanye I Do Care, karena wilayah itu tergolong siap. Serta, berada dalam hub yang dekat dengan berbagai negara.
 
"Tentunya kota ini menjadi pengungkit pertama sektor pariwisata. Namun, (kebangkitan) hanya bisa dicapai dengan protokol kesehatan. Saya melihat Kepulauan Riau adalah daerah hijau, dengan tingkat kesembuhannya 60,7 persen, yang melampaui standar WHO. Kasus aktif di sini hanya 375 orang," tuturnya.
 
Airlangga berharap program tersebut dapat digaungkan secara masif. Tujuannya, meningkatkan kepercayaan wisatawan domestik dan global. Serta memberikan rasa aman bagi calon wisatawan untuk datang ke destinasi utama di Indonesia.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif