Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.

Luhut: Pengembangan Industri Baterai Litium Ditekan Asing

Ekonomi mobil listrik Luhut Pandjaitan Baterai Litium
Faustinus Nua • 23 Juli 2021 09:15
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan pengembangan industri baterai litium di Tanah Air mendapat tantangan dari pihak asing.
 
Proyek yang berpotensi menjadikan Indonesia produsen nomor satu dunia penyedia energi bagi mobil listrik itu terus ditekan.
 
"Sekarang saja misalnya baterai litium, dikatakan karena kita sudah bangun kita mulai ditekan-tekan kenapa enggak dikasih keluar," ungkapnya dalam konferensi pers Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri pada Sektor Pendidikan, dilansir dari Mediaindonesia.com, Jumat, 23 Juli 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Luhut mengatakan bahwa tidak ada negara maju yang ingin melihat negara berkembang seperti Indonesia menjadi negara maju. Padahal potensi pengembangan baterai litium bisa menghasilkan nilai tambah yang berlipat ganda dari pada hanya sekadar menyediakan bahan mentahnya.
 
"Kan kita yang punya raw material, kapan kita mau menikmatinya, rakyat Indonesia? Kapan kita ngembangin teknologi-nya, kok di mereka saja. Jadi value added itu kan nilainya jauh lebih tinggi bisa 10 kali dari pada di hulunya," jelasnya.
 
Dengan demikian, dia menyampaikan bahwa sudah saat Indonesia mengandalkan kemampuannya sendiri. SDM yang dimiliki bangsa ini sebenarnya mampu untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang mandiri, tidak bergantung pada asing.
 
"Jadi kita sendiri harus memajukan diri kita, kalau berharap negara maju membimbing kita jadi negara maju itu ndak akan pernah kejadian," tuturnya.
 
Adapun, Luhut menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong agar produk dalam negeri menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Pengadaan barang dan jasa pemerintah di berbagai bidang akan mengutamakan PDN dengan pemanfaatan TKDN, sehingga Indonesia bisa jadi bangsa yang mandiri.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif