Ilustrasi maskapai Garuda Indonesia. Foto: dok MI/Amiruddin.
Ilustrasi maskapai Garuda Indonesia. Foto: dok MI/Amiruddin.

Perhatian! Penerbangan Garuda ke Melbourne dan Perth Ditutup Sementara

Ekonomi bisnis maskapai Garuda Indonesia Australia
Insi Nantika Jelita • 16 Juni 2021 16:57
Jakarta: Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menutup sementara rute penerbangan ke Melbourne, Australia. Hal ini untuk menyesuaikan frekuensi penerbangan yang terbatas akibat adanya pembatasan perjalanan selama pandemi.
 
"Melbourne iya. Kami menghentikan sementara (penerbangan) sampai kondisi membaik. Perth (Australia) ada juga rencana kita tutup," kata Irfan kepada Media Indonesia, Rabu, 16 Juni 2021.
 
Irfan menjelaskan, keputusan ini juga dilatarbelakangi oleh sikap Pemerintah Australia yang membatasi masuknya pesawat dari luar ke wilayah mereka hanya maksimal 50 orang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, alasan lainnya karena trafik penerbangan yang jarang dari Jakarta-Melbourne atau ke kota lainnya di Australia.
 
"Selama ini penerbangan Garuda hanya seminggu sekali (ke Australia). Tapi yang Sidney masih jalan (rute penerbangan). Kami masih monitor terus," ungkap dia.
 
Irfan juga mengatakan, meski maskapai Australia, Qantas Airways telah menutup penerbangan internasional sejak tahun lalu akibat lonjakan kasus covid-19, Garuda sebelumnya tetap membuka akses penerbangan ke Negeri Kangguru itu.
 
"Qantas kan sudah tutup semua penerbangan internasionalnya dari tahun lalu. Tapi, kami terus bertahan karena penting rute itu. Ada kepentingan untuk WNI dan WNA Australia," pungkasnya.
 
Sebelumnya, maskapai nasional itu diminta fokus menyasar pasar domestik guna menyelamatkan bisnis perusahaan pelat merah yang terlilit utang hingga Rp70 triliun akibat pandemi.
 
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mendorong langkah itu. "Memang pergerakan wisatawan nusantara ini menjadi andalan kita. Ada beberapa program yang kita giatkan seperti Bangga Berwisata di Indonesia. Ini diharapkan bisa dorong Garuda melewati masa-masa sulit," ucap Politikus Partai Gerindra itu, pada 7 Juni 2021 lalu.
 
Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo membeberkan permasalahan pelik maskapai tersebut ialah selama ini terlalu banyak menyewa pesawat dengan harga yang mahal, hingga menimbulkan permasalahan jangka panjang sampai saat ini.
 
"Pesawat yang disewa di masa lalu itu terlalu banyak dan kemahalan. Ini menjadi penyakit masa lalu Garuda, cost structure-nya (struktur biaya) jauh melebihi dari maskapai yang ada," tuturnya.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif