Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: dok UN Global Compact.
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: dok UN Global Compact.

Erick Thohir Cerita Peran BUMN saat Pandemi di UN Global Leader Summit

Ekonomi BUMN united nations Erick Thohir
Ade Hapsari Lestarini • 18 Juni 2021 17:57
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan pandemi covid-19 menyadarkan perlunya paradigma baru bagaimana sinergi global harus dibangun. Serta mendorong terciptanya peluang yang tidak pernah terjadi sebelumnya untuk bersama membangun dunia yang lebih baik.
 
Hal ini disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir dalam pidato kunci secara virtual yang disampaikan dalam acara United Nations (UN) Global Compact Leader Summit 2021 pada Rabu, 16 Juni pukul 12.00 WIB.
 
"Untuk itu kita perlu memfokuskan kembali strategi dan segenap sumber daya secara adaptif untuk melawan covid-19, sekaligus menjawab tuntutan untuk melaksanakan kebijakan yang inheren dan langkah-langkah yang berkelanjutan yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan bisnis, untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs)," ujar Erick, dikutip dalam keterangan resminya, Jumat, 18 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagai upaya menguatkan komitmen Indonesia di tataran global terhadap komitmen pencapaian TPB/SDGs, Erick menguraikan peranan penting BUMN.
 
"Di samping sebagai perusahaan yang profit oriented, BUMN juga berperan sebagai agen pembangunan dan memiliki misi khusus menyediakan layanan publik untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Peran ganda ini semakin penting pada masa sulit dalam pandemi covid-19 yang kita alami sekarang. Transformasi BUMN dengan menyoroti pelaksanaan GCG, SDGs, dan respons covid-19 adalah kegiatan bertautan yang tidak bisa dipisahkan," tegas Erick.

Transformasi BUMN

Lebih lanjut, Erick menguraikan langkah strategis dalam melaksanakan transformasi BUMN. Untuk meningkatkan resiliensi dan daya saing BUMN, akan dilakukan restrukturisasi klaster industri dari 27 ke 12 dan portofolio bisnis dari 145 menjadi 41 sampai 2023.
 
Menurut dia, BUMN berkomitmen untuk mengedepankan pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang baik (GCG) selaras dengan SDG 19 (Perdamaian, Keadilan dan Institusi yang Tangguh), menerapkan ISO 37001 Anti Bribery Management System dan pengelolaan terpusat untuk mengurangi beban fiskal BUMN.
 
Yang juga menarik perhatian adalah pernyataan Erick tentang Kesetaraan Gender (Gender Equality, SDG 5), ia menargetkan untuk meningkatkan jumlah perempuan yang menduduki kursi kepemimpinan sebanyak 15 persen pada tahun ini dan 20 persen pada 2023, sebagai indikator kinerja milik direksi di seluruh BUMN. Di samping Climate Action, Target Gender Equality juga merupakan fokus PBB.

Dukungan sosial dalam covid-19

Di samping kegiatan program perlindungan dan bantuan sosial yang dilakukan pemerintah, secara khusus Erick juga menetapkan PLN untuk menerapkan tarif listrik khusus untuk 10 juta rumah tangga di bawah garis kemiskinan dan 34 juta rumah tangga prasejahtera lainnya.
 
Erick pun optimistis bahwa sektor publik dan swasta dapat berkolaborasi untuk aksi transformatif, demikian juga BUMN dan bisnis swasta dapat memobilisasi aksi, tekad, dan sumber daya untuk pencapaian SDGs.
 
UN Global Compact Leaders Summit 2021 digelar kembali secara virtual dan mempertemukan lebih dari 20 ribu pemimpin bisnis, Pemerintah, PBB, dan Masyarakat Sipil.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif