Menteri KKP Wahyu Sakti Trenggono. FOTO: Dok. KKP
Menteri KKP Wahyu Sakti Trenggono. FOTO: Dok. KKP

Menteri Trenggono Dorong Balai KKP Tingkatkan Produksi Rajungan

Ekonomi Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan
Antara • 19 Juni 2021 13:03
Jakarta: Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mendorong jajarannya di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) di Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, untuk meningkatkan produksi rajungan.
 
Menteri Trenggono menyatakan langkah ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari mencari dan membudidayakan komoditas itu. "Tingkatkan lagi produksinya. Rajungan ini juga termasuk komoditas perikanan yang punya nilai tinggi di pasar," ujarnya, dilansir dari Antara, Sabtu, 19 Juni 2021.
 
Trenggono pada 17 Juni 2021 mengunjungi BPBAP Takalar yang merupakan tempat pengembangan dan penerapan teknik/teknologi pembenihan, pelestarian,  serta perlindungan budi daya air payau. Komoditas utama yang dihasilkan di balai tersebut meliputi rajungan, udang windu, vaname, nila salin, kakap putih, hingga rumput laut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk rajungan, BPBAP Takalar mampu memproduksi 500 ribu sampai satu juta ekor benih rajungan per tahun. Benih-benih tersebut lalu didistribusikan ke masyarakat, petambak, hingga untuk restocking di perairan di sekitar Takalar.
 
Menurut Menteri Trenggono, rajungan punya nilai ekonomi tinggi dan penyerapannya di pasar lokal maupun internasional cukup tinggi. Rajungan bersama kepiting termasuk dalam lima komoditas ekspor perikanan unggulan Indonesia. Berdasarkan data BPS periode Januari hingga April 2021, ekspor rajungan termasuk kepiting, nilainya sebesar USD150,86 juta.
 
Sementara itu Kepala BPBAP Takalar Supito mengaku siap menambah produksi dan akan melakukan sejumlah inovasi untuk mencapai angka produksi yang optimal. Selain rajungan, menurut Supito, inovasi untuk komoditas lain juga dilakukan, seperti rumput laut dan nila salin.
 
"Tentu kami akan melakukan inovasi-inovasi. Karena memang kebutuhan benih rajungan ini tinggi," pungkasnya.
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif