Ekonom UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja (Foto:Dok)
Ekonom UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja (Foto:Dok)

3 Kunci Tingkatkan Kontribusi UMKM terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Ekonomi bank uob indonesia UOB Economic Outlook 2022
Gervin Nathaniel Purba • 17 September 2021 10:39
Jakarta: Sektor UMKM Indonesia dinilai mempunyai banyak potensi untuk memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi. Terlebih, UMKM Indonesia mampu menyerap tenaga kerja usia produktif.
 
Ekonom UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja menjelaskan, sektor UMKM berkontribusi dalam mempekerjakan 99 persen orang dari hampir 170 juta orang usia produktif. Namun, kontribusi UMKMM terhadap PDB baru 60 persen saja.
 
Untuk mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja usia produktif, peran serta dan kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi harus ditingkatkan lagi. Peluang tersebut sangat besar mengingat jumlah usia produktif di Indonesia tercatat mengalami peningkatan, dari 50 persen pada 1970, menjadi lebih dari 70 persen pada awal 2020.
 
"Kita harus mampu memberdayakan mereka untuk menambah kontribusi, sehingga lini pertumbuhan ekonomi Indonesia akan meningkat," ujar Enrico Tanuwidjaja, pada acara UOB Economic Outlook 2022 bertema Memberdayakan Ekonomi Indonesia untuk Pemulihan yang Lebih Kuat, secara virtual, Rabu, 15 September 2021.
 
Enrico mengatakan ada tiga aspek yang harus diperhatikan dalam meningkatkan peran serta dan kontribusi UMKM. Pertama, akses digitalisai. Meskipun penetrasi internet Indonesia cukup baik, hanya 15 persen pelaku UMKM yang mampu mengadopsi dan mengadaptasi digitalisasi untuk meningkatkan bisnis.
 
Kedua, akses terhadap kredit. Dalam hal ini, pemerintah menargetkan mencapai proporsi dari kredit UMKM mencapai 30 persen dalam kurun waktu empat hingga lima tahun ke depan.
 
"Di sini yang dibutuhkan adalah reformasi. Contohnya, standar akuntansi, pembukuan, dan cashflow dari UMKM. Ini perlu dibenahi agar akses terhadap kredit boleh diberikan dengan baik," katanya.
 
Ketiga, akses integrasi terhadap perusahaan nasional dan regional. Pelaku UMKM perlu meningkatkan quality control dan kemampuan mengomunikasikan produk dan jasanya. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan integrasi terhadap perusahaan besar dan menengah.
 
"Kita bisa belajar dari Jerman yang mampu melakukan ekspor dalam kondisi sebagai pelaku UMKM. Untuk itu harus dibina," ucap Enrico.
 
Bank UOB Indonesia mengadakan webinar dengan tema Memberdayakan Ekonomi Indonesia untuk Pemulihan yang Lebih Kuat. Webinar ini memfokuskan pada pasar komoditas dan keberlanjutan konektivitas regional, serta pemanfaatan ekonomi berbasis konsumsi domestik yang berpotensi besar di Indonesia.
 
Melalui acara ini diharapkan mampu memberi pandangan akselerasi pertumbuhan ekonomi untuk keberlanjutan usaha, di tengah pandemi covid-19.
 
(ROS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif