Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga. Foto : Medcom.
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga. Foto : Medcom.

Kementerian BUMN Gandeng Kementan Benahi Bibit Pertanian

Ekonomi pertanian BUMN Petani Kementerian Pertanian Kementerian BUMN
Husen Miftahudin • 25 April 2022 21:48
Jakarta: Kementerian BUMN terus melakukan koordinasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, seperti Kementerian Pertanian (Kementan) untuk melakukan pembenahan di sektor pertanian. BUMN-BUMN yang banyak bekerja di sektor pertanian seperti pupuk, perkebunan, dan lainnya, sedang melakukan pembenahan dan sinkronisasi data.
 
"Sinkronisasi data dan kerja sama teknis dengan Kementan menjadi sangat penting, karena memang banyak sektor pertanian yang dirambah oleh BUMN. Kerja sama dengan Kementan sudah dimulai dengan Program Data Petani bersama Bank BUMN (Himbara) dan Telkom," ucap Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dalam keterangan resminya, Senin, 25 April 2022.
 
Arya melanjutkan bahwa kerja sama teknis lainnya adalah pengadaan bibit. Menurutnya, bibit pertanian menjadi faktor penting untuk mendapatkan hasil pertanian yang baik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seperti diketahui, BUMN yang bergerak di komoditi sawit, tebu, kopi, dan kakao cukup banyak, sehingga pengadaan bibit menjadi bagian penting untuk pengembangan perkebunan. Apalagi banyak perkebunan BUMN yang melakukan kerja sama dengan melibatkan para petani untuk mendukung produksi BUMN seperti sawit dan tebu.
 
Dia bilang, pengadaan bibit bagi para petani sawit dan tebu membutuhkan kerja sama antara Kementerian BUMN dan Kementan, sehingga para petani mendapatkan bibit yg terbaik dan tersertifikasi.
 
"Pengalaman dari BUMN yang bergerak di bidang ini banyak menemukan bibit-bibit bersertifikat palsu yang dibeli oleh para petani dari pihak ketiga," ketusnya.
 
Menurutnya, bibit-bibit bersertifikat palsu merugikan para petani karena memberikan dampak besar hasil komoditi mereka. Hal ini tentunya juga akan merugikan BUMN, karena berdampak kepada volume pasokan ke pabrik-pabrik BUMN.
 
"Kondisi inilah yang membuat Kementerian BUMN mendorong kerja sama untuk sinkronisasi data dan teknis dengan Kementan. Sehingga di satu sisi para petani mendapatkan bibit terbaik, sedangkan di sisi lain target produksi tercapai," tutup Arya.

 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif