Ilustrasi kenaikan harga bahan pokok - - Foto: MI/ Bary Fathahilah
Ilustrasi kenaikan harga bahan pokok - - Foto: MI/ Bary Fathahilah

Pemerintah Perlu Waspadai Fluktuasi Harga Pangan

Ekonomi kenaikan harga pangan kebutuhan pokok
Annisa ayu artanti • 20 Januari 2021 14:04
Jakarta: Pemerintah diminta mewaspadai fluktuasi harga pangan yang telah berlangsung sejak akhir tahun lalu. Kenaikan harga terjadi pada komoditas bahan pokok.
 
"Pemerintah perlu memastikan ketersediaan komoditas pangan di pasar untuk membuat harganya terjangkau, khususnya bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah," kata Head of Research Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Felippa Ann Amanta dalam keterangan tertulis, Rabu, 20 Januari 2021.
 
Berdasarkan data CIPS, harga pangan Desember 2020 menunjukkan adanya kenaikan dan penurunan harga di beberapa komoditas tertentu. Badan Pusat Statistik (BPS) juga menyatakan fluktuasi harga komoditas tersebut menyebabkan inflasi pada  Desember sebesar 0,45 persen (month to month).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kenaikan harga di beberapa komoditas ini dipicu oleh peningkatan jumlah permintaan yang disebabkan oleh natal dan tahun baru. Sedangkan penurunan harga di beberapa komoditas lainnya disebabkan oleh masuknya masa panen di sejumlah sentra produksi di akhir tahun," jelasnya.
 
Felippa pun merinci, untuk harga daging sapi pada akhir tahun lalu berada di posisi Rp143.985 per kg. Harga tersebut dinilai stabil meskipun masih cukup tinggi.
 
Namun pada akhir tahun stok daging sapi mengalami surplus sebanyak 131 ribu ton sehingga tidak terjadi kelangkaan daging di pasar. Hampir serupa dengan daging sapi, harga telur masih cukup tinggi menjelang akhir Desember 2020, yakni mencapai Rp40.528rb per kg.
 
Salah satu hal yang menyebabkan tingginya harga telur karena adanya lonjakan permintaan yang meningkat semenjak masa pandemi, hingga mencapai 4 kg per kapita.
 
"Tingginya permintaan ini tidak dibarengi dengan pasokan telur yang cukup sehingga berdampak pada masih tingginya harga telur di pasaran,' ujar dia.
 
Terkait harga beras, Felippa mengatakan naik dari Rp12.500 per kg pada November menjadi Rp12.587 per kg pada Desember. Kenaikan tersebut disebut imbas berkurangnya pasokan panen.
 
Sedangkan untuk harga bawang merah justru mengalami penurunan yang cukup signifikan. Tercatat harga bawang merah pada Desember berada di angka Rp65.906 per kg, turun 4,4 persen dari November yang mencapai Rp. 68.966 per kg.
 
Badan Ketahanan Pangan melaporkan bahwa turunnya harga bawang merah disebabkan karena adanya masa panen yang relatif serentak di sejumlah daerah penghasil bawang merah. Hal ini membuat stok bawang merah menjadi melimpah.
 
Melihat fluktuasi harga komoditas itu, kata Felippa, sangat penting bagi pemerintah untuk memperhatikan pergerakan harga sebagai salah satu indikator ketersediaan komoditas pangan di pasar.

 
"Harga yang terjangkau akan sangat membantu masyarakat, terutama di masa pandemi, untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan gizinya," jelasnya.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif