Ilustrasi beras premium. Foto : MI.
Ilustrasi beras premium. Foto : MI.

Oktober 2020, Harga Gabah dan Beras Premium Turun

Ekonomi beras harga gabah BPS
Husen Miftahudin • 02 November 2020 18:39
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani selama Oktober 2020 sebesar Rp4.815 per kg atau turun 1,56 persen. Sementara harga GKP di tingkat penggilingan sebesar Rp4.928 per kg atau turun 1,34 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya.
 
"Rata-rata harga Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat petani Rp5.406 per kg atau naik 0,29 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.527 per kg atau naik 0,13 persen. Sementara harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp4.602 per kg atau naik 0,22 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.710, per kg atau naik 0,72 persen," ucap Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers perkembangan inflasi secara virtual di Jakarta, Senin, 2 November 2020.
 
Dibandingkan Oktober 2019, lanjut Suhariyanto, rata-rata harga gabah pada Oktober 2020 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing turun sebesar 3,94 persen, 1,87 persen, dan 2,98 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga pada Oktober 2020 dibandingkan dengan Oktober 2019 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing turun sebesar 3,73 persen, 1,70 persen, dan 2,44 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada Oktober 2020, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.813 per kg, turun sebesar 0,59 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.463 per kg atau naik sebesar 0,62 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp9.147 per kg atau naik sebesar 1,33 persen.
 
Suhariyanto menjelaskan survei harga produsen gabah selama Oktober 2020 dilakukan terhadap 1.918 observasi transaksi penjualan gabah di 28 provinsi. Berdasarkan komposisinya, jumlah observasi harga gabah masih didominasi transaksi penjualan GKP sebanyak 1.321observasi (68,87 persen), diikuti oleh GKG sebanyak 367 observasi (19,14 persen), dan gabah luar kualitas sebanyak 230 observasi (11,99 persen).
 
"Dari jumlah observasi tersebut, terdapat kasus harga di bawah HPP baik di tingkat petani sebanyak 55 kasus (3,26 persen) maupun di tingkat penggilingan sebanyak 120 kasus (7,11 persen)," urainya.
 
Sementara itu, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan terhadap 1.074 observasi beras di penggilingan pada 810 perusahaan di 31 provinsi. Jumlah observasi beras di penggilingan didominasi kualitas premium sebanyak 547 observasi (50,93 persen), kemudian kualitas medium sebanyak 421 observasi (39,20 persen), dan luar kualitas sebanyak 106 observasi (9,87 persen).
 
Berdasarkan observasi tersebut, pada Oktober 2020 rata-rata harga beras di penggilingan kualitas premium sebesar Rp9.813 per kg, turun sebesar 0,59 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, rata-rata harga beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.463 per kg, naik sebesar 0,62 persen. Kemudian rata-rata harga beras di penggilingan luar kualitas sebesar Rp9.147 per kg, naik sebesar 1,33 persen.
 
"Dibandingkan dengan Oktober 2019, rata-rata harga beras di penggilingan pada Oktober 2020 untuk kualitas premium dan kualitas medium masing-masing naik sebesar 1,59 persen dan 0,31 persen. Sedangkan beras luar kualitas turun sebesar 1,03 persen," tutup Suhariyanto.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif