Ilustrasi. Foto : AFP.
Ilustrasi. Foto : AFP.

Pemerintah Istimewakan Kendaraan Listrik

Ekonomi mobil listrik Kementerian Perindustrian
Arif Wicaksono • 29 Juli 2020 19:10
Jakarta: Pemerintah sangat serius dan mengistimewakan kendaraan listrik berbasis baterai. Melihat aspek lingkungan, ekonomi, dan kemandirian, kendaraan listrik menggunakan baterai sangat menguntungkan bagi Indonesia.
 
"Pemerintah sangat mendorong maksimal pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai dengan telah mengeluarkan sejumlah peraturan," kata Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Kemaritiman dan Investasi Ridwan Djamaluddin dikutip dari Antara, Rabu, 29 Juli 2020.
 
Keinginan dan komitmen Indonesia untuk menjadi produsen kendaraan listrik dituangkan dalam Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan. Perpres ini menandakan kebangkitan Indonesia untuk menjadi produsen kendaraan listrik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ridwan mengatakan pemerintah memilih kendaraan listrik berbasis baterai karena Indonesia memiliki cadangan bahan baku pembuatan baterai dan berkeinginan untuk mengisi pasar dalam negeri dengan kemampuan sendiri.
 
Kementerian BUMN, katanya, sudah menyiapkan rencana kerja BUMN yang mengelola bahan tambang sampai BUMN yang nanti akan menjadi produsen baterai atau membangun Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) yang berfungsi sebagai tempat pengisian listrik kendaraan.
"Pemerintah sangat menghargai konsorsium BUMN ini dan mendorong agar segera terwujud dan bisa berjalan dengan baik," katanya.
 
Bentuk dukungan lain untuk memajukan industri kendaraan listrik berbasis baterai, kata Ridwan, tidak hanya diberikan oleh Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi tapi juga banyak melibatkan kementerian dan lembaga dalam satu semangat membangun industri masa depan itu.
 
"Ada Permen Kementerian ESDM mengatur tarif listrik, ada Permen Kementerian LHK mengatur penanganan limbah baterai, Permen Menhub, Permen Mendagri, Permen Menkeu, hingga peraturan Badan Standardisasi Nasional," katanya.
 
Verifikasi NIK
 
Kementerian Perindustrian selama masa pandemi covid-19 setidaknya telah memverifikasi Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) yang diajukan oleh 10 perusahaan kendaraan listrik dengan kapasitas produksi total sebesar 850 ribu unit per tahun.
 
"Di tengah pandemi covid-19 saat ini ternyata industri kendaraan listrik di dalam negeri berkembang baik. Dengan kapasitas produksi 850 ribu unit per tahun tersebut cukup besar sesuai dengan harapan pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan," kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika.
 
Menurutnya, NIK menjadi syarat jika suatu perusahaan ingin memproduksi kendaraan dan setelah mendapatkan NIK, produsen bisa memproduksi motor listrik, dan melakukan uji tipe.
 
"Nanti diajukan uji tipe untuk mendapatkan sertifikat uji tipe. Setelah itu diajukan untuk dijual dan mendapatkan plat nomor," kata Putu Juli Ardika.
 
Pemerintah, katanya terus berkomitmen dalam mendorong pendalaman struktur industri tercermin dalam program LCEV (Low Carbon Emission Vehicle) sebagai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 73/2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah.
 
Kementerian Perindustrian saat ini sedang menyusun peraturan teknis program LCEV yang terdiri dari Kendaraan Bermotor Hemat Bahan Bakar Harga dan Terjangkau (KBH2) Tahap 2, Kendaraan Elektrifikasi (Hybrid Vehicle, Plug in Hybrid Vehicle, Battery Electric Vehicle, dan Fuel Cell Electric Vehicle), dan Kendaraan Flexy Engine berbasis biofuel, dimana di setiap program LCEV tersebut akan dipersyaratkan penggunaan komponen lokal berdasarkan jenis komponen dan target waktu yang saat ini sedang dibahas bersama pemangku kepentingan terkait.
 

(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif