Pertanian. Foto : MI/Ramdani.
Pertanian. Foto : MI/Ramdani.

Mengajak Kaum Milenial Terjun ke Dunia Pertanian

Ekonomi pertanian pangan generasi milenial
Antara • 10 Mei 2020 13:22
Jakarta: Anak-anak muda milenial diajak untuk terjun ke dunia pertanian sekaligus menjadi wirausaha muda pertanian yang memberikan kontribusi besar bagi upaya pemenuhan kebutuhan pangan di Tanah Air.
 
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menuturkan bahwa pertanian harus didukung kalangan milenial sebagai generasi muda.
 
"Mendukung upaya pemerintah melakukan regenerasi petani sekaligus melahirkan pengusaha muda pertanian yang berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat pertanian Indonesia," katanya dikutip dari Antara, Minggu, 10 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagaimana disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa pertanian merupakan salah satu sektor yang menjadi penopang perekonomian bangsa Indonesia.
 
Terlebih di tengah keresahan bangsa Indonesia dalam menghadapi pandemi covid-19, Syahrul melihat semakin banyak orang yang membutuhkan pertanian.
 
"Pertanian yang dibutuhkan, adalah pertanian yang efektif, efisien, dan transparan. Hal itu bisa dilakukan melalui petani milenial yang modern," kata Menteri Syahrul.
 
Ia pun mengapresiasi banyak anak muda yang bersemangat menjadi petani milenial, salah satunya mahasiswa dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Andi Marsela Khoir.
 
Saat ini, Andi Marsela Khoir sedang melaksanakan Tugas Akhir di Desa Samudrajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ia tidak berhenti mendampingi petani yang sebagian besar bertanam hortikultura.
 
"Saat ini saya sedang melaksanakan pengolahan lahan petak percontohan bawang merah," ujarnya.
 
Mahasiswi Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan ini menyebutkan selain sebagai petak percontohan, ia sekaligus membantu petani melakukan pengolahan lahan untuk budidaya sayuran dengan penggunaan hand tractor.
 
“Dengan menggunakan hand tractor pekerjaan pengolahan lahan dapat selesai dengan lebih cepat,” imbuhnya.
 
Kondisi Bekasi membuat gadis kelahiran Jambi ini kesulitan mencari tenaga kerja untuk mengolah lahan. Namun berbekal pengetahuan yang dipelajarinya di kampus, ia mengoperasikan hand tractor sendiri.
 
Lahan percontohan yang diolah Andi Marshela adalah milik petani bernama Rimin, salah satu anggota kelompok tani Talangjaya, Desa Samudrajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Rimin merasa senang lahan miliknya dijadikan percontohan.
 
“Saya juga sangat terbantu dengan kehadiran Marsela, ia tidak pernah segan atau malu turun ke lahan membantu petani,” ucapnya.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif