Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto: Dok. Kementerian BUMN
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto: Dok. Kementerian BUMN

Erick Thohir Paparkan Progres Penanganan Covid-19

Ekonomi Erick Thohir virus corona vaksin covid-19
Suci Sedya Utami • 24 September 2020 11:35
Jakarta: Pemerintah memperkuat upaya dan langkah strategis untuk menangani dan mengatasi meluasnya dampak pandemi covid-19.
 
Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dan Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan berbagai langkah strategis hasil koordinasi dengan lintas kementerian lembaga, terutama dengan Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah telah dilakukan.
 
"Mulai dari penambahan kemampuan testing specimen, menyiapkan dan menambah kesediaan tempat tidur di rumah sakit serta ruang isolasi, meningkatkan standardisasi penanganan kasus dan pasokan obat terapi penyembuhan, hingga percepatan ketersediaan vaksin covid-19," kata Erick dalam keterangan resmi, Kamis, 24 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hingga kini, langkah-langkah tersebut diklaim telah membuahkan hasil yang positif. Hingga Rabu kemarin, pemeriksaan spesimen harian covid-19 mencapai 38.181, melebihi standar lembaga kesehatan Indonesia (WHO) dan persentase pasien sembuh mencapai 73 persen.
 
Langkah strategis berikutnya yakni meningkatkan tren kesembuhan dan mengantisipasi peningkatan kasus. Erick bilang pemerintah memastikan kebutuhan perawatan pasien covid-19 di rumah sakit rujukan terjaga dan menjaga ketersediaan fasilitas isolasi pasien dengan gejala ringan atau tanpa gejala.
 
Contohnya Wisma Atlet untuk wilayah DKI Jakarta, dan hotel-hotel bintang dua dan tiga di daerah. Hal ini meringankan beban rumah sakit, mengurangi beban tenaga medis supaya tidak kewalahan dan kelelahan, serta yang juga penting membatasi penyebaran virus dan penularan dari orang tanpa gejala (OTG).
 
Selain itu, KPCPEN melakukan koordinasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) holding rumah sakit untuk mendorong standardisasi terapi kesembuhan pasien covid-19.
 
"Standardisasi manajemen klinis dalam terapi kesembuhan pasien covid-19 ini penting dilakukan agar para dokter di wilayah yang jauh dari kota-kota besar bisa mengikuti prosedur medis yang distandarkan dan ada rujukan dalam perawatan pasien, baik yang bergejala ringan, sedang, atau berat. Ini demi peningkatan kesembuhan pasien," tambah Erick.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif