NEWSTICKER
Illustrasi. Dok : MI.
Illustrasi. Dok : MI.

Asosiasi Driver Online Minta Potongan Aplikator Dihapus Sementara

Ekonomi ojek online virus corona
Ilham wibowo • 26 Maret 2020 15:53
Jakarta: Asosiasi Driver Online (ADO) meminta perusahaan aplikasi penyedia jasa taksi online untuk menghapus potongan komisi sementara. Hal ini sangat perlu agar para mitra pengemudi memiliki ruang bertahan selama masa tanggap darurat virus korona covid-19 di Indonesia.
 
Ketua Umum ADO Wiwit Sudarsono menuturkan bahwa pengemudi taksi online kehilangan pendapatan hingga 80 persen sejak imbauan digelontorkan pemerintah pusat dan daerah agar masyarakat berkerja dari rumah atau work from home (WFH). Selain itu, mereka juga sulit mencari alternatif pendapatan karena hanya bisa memanfaatkan fasilitas aplikasi di jasa antar orang.
 
"Kami harapkan kebijakan dari aplikator karena kami sulit mendapatkan order," kata Wiwit kepada Medcom.id, Kamis, 26 Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wiwit memaparkan dalam kondisi normal, taksi online bisa mendapat order penumpang 10-18 kali per hari dengan pendapatan kotor berkisar Rp500 ribu hingga Rp1 juta. Merebaknya wabah virus korona kemudian membuat pendapatan maksimal hanya didapat tak lebih dari Rp200 ribu per hari.
 
"Situasi saat ini kami hanya bisa untuk memaksimalkan bertahan hidup, untuk makan di rumah saja masih kesulitan, pendapatan Rp200 ribu itu kotor belum bensin, makan dan cicilan," ungkapnya.
 
Hingga saat ini, aplikator penyedia layanan taksi online masih memberlakukan potongan 20 persen kepada pengemudi untuk setiap order. Menurut Wiwit, penghapusan potongan tersebut cukup dilakukan sementara hingga darurat penanganan virus korona dinyatakan selesai dan perekonomian kembali bergerak normal.
 
"Meskipun ada aplikator yang bagikan masker dan hand sanitizer, tapi belum semua mitra dapat. Apabila aplikator tidak memotong 20 persen ini semua mitra akan mendapatkan bagian dan itu pun tidak berlaku selamanya," tuturnya.
 
Lebih lanjut, Wiwit menyampaikan pihaknya menyambut antusias kebijakan Pemerintah terkait relaksasi pembayaran cicilan kendaraan selama satu tahun bagi pengemudi taksi online. Pendataan bakal segera dilakukan untuk memenuhi syarat yang diperlukan perusahaan pembiayaan.
 
"Langkah ke depan akan kami data anggota ADO dan driver online seluruh Indonesia yang ingin mendapatkan fasilitas keringanan kredit karena 50 persen dari total driver masih memanfaatkan fasilitas kredit," pungkasnya.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif