Benur atau benih lobster. Foto: Kementerian Kelautan dan Perikanan
Benur atau benih lobster. Foto: Kementerian Kelautan dan Perikanan

Regulasi Benih Lobster Disarankan Fokus ke Budi Daya

Ekonomi ekspor Lobster
M. Ilham Ramadhan Avisena • 29 November 2020 18:37
Jakarta: Pengamat Kemaritiman dari Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Raja Oloan Saut Gurning menilai, regulasi benih lobster harus condong ke budi daya, bukan pada ekspor.
 
"Menurut saya seharusnya idealnya lebih didorong pembudidayaannya di perairan kita untuk manfaat berbagai komunitas mulai dari nelayan, eksportir pemilik izin serta berbagai entitas terkait lainnya," tutur Raja Oloan dikutip dari Mediaindonesia.com, Minggu, 29 November 2020.
 
Namun, pada kondisi saat ini rantai pasok produk perikanan secara global mengalami disrupsi, maka dapat dipahami jika berbagai potensi pasar walau kecil lalu ingin dimanfaatkan oleh pelaku dalam negeri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Raja Oloan mengatakan jika pemberian izin ekspor benih lobster dilakukan lewat kebijakan diskresi seharusnya bersifat jangka pendek dan lebih pada urgensi keberlanjutan (survability).
 
"Untuk ke depannya atau jangka panjang pilihan pembatasan dan mendorong sekaligus memfasilitasi pembudidayaan secara optimal di dalam negeri. Paling tidak kembali memberi ruang sama antara kelompok nelayan dan para eksportir lobster," ungkapnya.
 
"Dan para eksportir juga sebenarnya tidak serta merta mendapatkan margin dari para pembeli atau konsolidator di pasar lobster," tambahnya.
 
Hal itu dikarenakan drastisnya permintaan dan konsekuensinya makin berkurangnya pembeli atau pengepul lobster di luar negeri, menjadikan kondisi tujuan pasar menjadi monopolistik yang harganya dikendalikan.
 
Dirinya mencontohkan pada periode pekan pertama dan kedua September 2020, secara faktual harga benih bening lobster turun drastis secara nasional dan internasional. Untuk pasar domestik, yang semula, harga benih bening lobster jenis pasir (panulirus homarus) di tingkat nelayan mencapai Rp7.000-Rp8.000 per ekor menjadi Rp3.000 saja atau turun 50 persen.
 
Dan secara internasional, harga jual benih lobster untuk ekspor juga turun menjadi Rp12.500 dari sebelumnya Rp28 ribu per ekor atau turun 60 persen.
 
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif