Ilustrasi industri halal. Foto: Medcom.id
Ilustrasi industri halal. Foto: Medcom.id

Industri Halal Dukung Kinerja Neraca Dagang

Ekonomi ekspor neraca perdagangan indonesia organisasi kerja sama islam Industri Halal
Dhika Kusuma Winata • 25 Oktober 2020 16:10
Jakarta: Industri halal memiliki peran yang cukup signifikan terhadap neraca perdagangan Indonesia. Hal itu terlihat dari potret kinerja ekspor Indonesia ke negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI).
 
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan neraca perdagangan Indonesia ke OKI surplus sebesar USD2,2 miliar. Nilai ekspor kita mencapai USD10,94 miliar dan impor USD8,77 miliar.
 
"Produk pertanian memiliki kontribusi tertinggi bagi ekspor Indonesia ke negara OKI sebesar 25 persen dari total ekspor ke negara-negara tersebut," kata Agus saat webinar yang bertajuk Indonesia Menuju Pusat Produsen Halal Dunia yang diadakan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), dikutip dari Media Indonesia, Minggu, 25 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Surplusnya ekspor Indonesia ke negara muslim juga didukung produsen produk halal, khususnya produk makanan, kosmetik, dan obat-obatan. Ketiga produk tersebut memiliki kontribusi totalnya mencapai USD515,79 juta.
 
Agus mengatakan meski neraca perdagangan Indonesia di negara OKI positif tetapi masih belum berperan secara maksimal sebagai negara kiblat produk halal dunia, khususnya pada produk makanan, kosmetik, dan obat-obatan.
 
"Pangsa pasar ketiga produk tersebut masih jauh di bawah negara-negara nonmuslim, seperti Brasil, Prancis, Amerika Serikat, dan Jerman," ungkapnya.
 
Produk makanan menjadi pangsa Brasil dengan 10,51 persen. Produk kosmetik di urutan pertama dari Prancis sebesar 17,38 persen. Obat-obatan didominasi Jerman sebesar 13,84 persen. Pangsa Indonesia pada produk makanan halal hanya berkontribusi 1,86 persen, kosmetik hanya 1,41 persen, dan obat-obatan 0,12 persen.
 
"Meningkatkan pangsa pasar produk Indonesia di negara-negara OKI dan menjadikan Indonesia sebagai kiblat produk halal merupakan tantangan yang kompleks. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan kerja sama yang erat antara pemerintah, BUMN, organisasi kemasyarakatan, dan penduduk," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif