Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. FOTO: Kemenperin
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. FOTO: Kemenperin

Kemenperin Dorong Pengurangan Impor Bahan Baku di Industri Agro

Ekonomi impor Kementerian Perindustrian
Ilham wibowo • 10 November 2020 10:38
Jakarta: Industri agro saat ini menjadi prioritas pemerintah untuk bisa dikembangkan karena prospeknya cukup tinggi dengan memperkuat seluruh rantai pasok industri hulu hingga hilir. Pengembangan industri agro didukung pasar domestik yang besar dan sumber daya pertanian yang berlimpah sebagai sumber bahan baku industri agro dalam negeri.
 
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan perubahan pola konsumsi konsumen yang cenderung beralih ke makanan kemasan modern serta munculnya pemain-pemain industri agro nasional meningkatkan daya saing di tingkat global. Dengan peluang itu, Indonesia didorong menjadi pemain terkemuka di pasar regional.
 
"Dengan strategi utama melalui peningkatan ekspor produk industri agro serta mengurangi ketergantungan impor bahan baku, bahan penolong, dan barang modal," papar Agus melalui keterangan tertulis, Selasa, 10 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Langkah-langkah strategis dalam upaya peningkatan ekspor di sektor industri agro terutama penguatan kemampuan industri agro secara menyeluruh dengan fokus pada perbaikan sektor hulu pertanian. Menurut Agus, penerapan sektor pertanian dan industri agro dengan teknologi industri 4.0 juga perlu dilakukan.
 
“Meningkatkan efisiensi value-chain dengan membangun jaringan cold-chain yang lebih baik, serta peningkatan produksi industri agro modern dengan inovasi produk didukung dengan insentif super deduction tax untuk Research and Development (R&D),” tutur Agus.
 
Di samping itu, lanjutnya, juga dilakukan upaya untuk memperkuat daya saing produk industri agro dari segi kualitas, harga, dan kemampuan delivery dalam rangka memenuhi pasar ASEAN dan global. Selain itu upaya jangka pendek yang dilakukan yakni meningkatkan kemampuan SDM, teknis dan teknologi industri agro guna memperkuat kemampuan produksi nasional.
 
“Pada 2020-2022 sektor industri agro yang akan didorong penurunan impornya adalah industri pengolahan susu, industri pengolahan buah, industri gula berbasis tebu, dan industri kertas sebesar 20,54 persen atau senilai Rp32.862,35 miliar,” ungkap Agus.
 
Penambahan produksi untuk keempat jenis produk tersebut diproyeksikan mencapai angka perdagangan hingga Rp120.019,81 miliar atau naik 35,29 persen dibandingkan 2019. Langkah selanjutnya mendorong realisasi investasi sebanyak 25 proyek dengan total nilai investasi sebesar Rp30 triliun.
 
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif