Laman pendaftaran Kartu Prakerja. Foto: Medcom.id.
Laman pendaftaran Kartu Prakerja. Foto: Medcom.id.

Pendaftar Gelombang 9 Kartu Prakerja Capai 5,9 Juta

Ekonomi tenaga kerja Kemenaker Kartu Prakerja
Media Indonesia.com • 22 September 2020 08:21
Jakarta: Sebanyak 5,9 juta orang tercatat menjadi pendaftar program Kartu Prakerja gelombang IX yang ditutup kemarin. Para pendaftar tersebut akan diseleksi karena kuota yang tersedia hanya 800 ribu peserta.
 
"Pendaftar gelombang IX mencapai 5,9 juta orang dengan kuota 800 ribu. Pembukaan gelombang X dan kuotanya akan kami sampaikan dalam minggu ini," tutur Head of Communication Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Louisa Tuhatu, Senin, 21 September 2020.
 
Ia memaparkan, hingga gelombang VIII, program Kartu Prakerja telah diikuti 4,6 juta peserta. Jika ditambah dengan kuota yang tersedia di gelombang IX, jumlah peserta telah mencapai 5,4 juta orang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pemerintah menetapkan program Kartu Prakerja itu diperuntukkan bagi 5,6 juta orang. Artinya, di gelombang X nanti, kuota yang disediakan tinggal 200 ribu," jelas Louisa.
 
Pemerintah telah menganggarkan Rp20 triliun untuk biaya pelatihan dan insentif bagi 5,6 juta peserta progam yang dijalankan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian tersebut. Tiap peserta akan mendapatkan pelatihan senilai Rp1 juta, insentif sebesar Rp2,4 juta setelah selesai mengikuti pelatihan, dan insentif pengisian kuesioner sebesar Rp150 ribu.
 
"Jadi tiap peserta akan mendapat total Rp3.550.000 yang terbagi dalam bentuk pelatihan dan uang tunai," tegas Louisa.
 
Ia juga menambahkan, dari 4,6 juta peserta hingga gelombang VIII, ada 180 ribu peserta yang digugurkan panitia karena tidak mengikuti materi pelatihan. Pihaknya masih menunggu keputusan dari Komite Cipta Kerja atas kuota yang masih belum terpakai itu.
 
"Di gelombang I dan IV, ada 180 ribu peserta yang digugurkan panitia karena tidak mengetahui cara menggunakan pelatihan secara daring, ada juga peserta yang sudah mendapat pekerjaan baru," terangnya.
 
Data Kementerian Ketenagakerjaan menyebutkan, hingga 31 Juli 2020, ada 2,1 juta tenaga kerja yang terdampak pandemi covid-19. Sebagian besar merupakan pekerja yang dirumahkan, yakni mencapai 1.132.117 pekerja.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif