Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo/Medcom.id/Misbahol Munir
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo/Medcom.id/Misbahol Munir

Menteri KKP Fokus Budi Daya Lobster Ketimbang Ekspor

Ekonomi lobster
Antara • 04 Juli 2020 23:27
Jakarta: Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, menegaskan prioritas utama pemerintah mengembangkan budi daya lobster. Pihaknya belum fokus pada ekspor lobster, sebab ada berbagai persyaratan yang harus dipenuhi agar bisa mengekspor benih lobster.
 
"Kita ajak siapa saja, mau koperasi, korporasi, perorangan silakan, yang penting ada aturannya. Pertama harus punya kemampuan budi daya. Jangan tergiur hanya karena ekspor mudah, untungnya banyak," kata dia dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu, 7 Juli 2020.
 
Menurut Edhy, melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 12/2020, KKP ingin mendorong kesejahteraan dan meningkatkan pengetahuan nelayan dalam berbudi daya lobster. Sebab eksportir harus membeli benih lobster dari nelayan dengan harga di atas Rp5.000 per ekor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Harga itu lebih tinggi dibanding ketika masih berlakunya aturan larangan pengambilan benih lobster. KKP juga mewajibkan eksportir menggandeng nelayan dalam menjalankan usaha budi daya lobster.
 
Edhy ingin nelayan tidak hanya mendapat keuntungan ekonomis dari menjual benih lobster, tapi juga mendapat pengetahuan tentang berbudi daya.
 
"Selain kemampuan budi daya, berkomitmen ramah lingkungan tidak merusak, dan yang paling penting berkomitmen dengan nelayannya sendiri. Dia harus satu garis dan dia harus membina nelayannya sendiri," ujarnya.
 
Menteri Edhy memastikan proses seleksi untuk menjadi eksportir benih lobster terbuka untuk siapa saja baik perusahaan maupun koperasi berbadan hukum.
 
Baca:Cara Menteri Edhy Mendudukkan Kisruh Lobster
 
Selama mereka yang mengajukan ternyata memenuhi persyaratan dan kualifikasi, KKP tidak akan mempersulit. Bahkan, agar proses seleksi hingga ekspor berjalan sesuai prosedur dan ketentuan hukum, semua dirjen dilibatkan termasuk bagian inspektorat.
 
"Ada cerita-ceritanya saya yang menentukan salah satu perusahaan, tidak benar itu. Sudah ada timnya. Tim budi daya, tim perikanan tangkap, karantinanya, termasuk saya libatkan irjen. Semuanya terlibat, ikut turun tangan," tegasnya.
 
Menteri Edhy berharap budi daya lobster yang mulai berjalan bisa terus tumbuh. Dengan begitu, benih hasil tangkapan nelayan didistribusikan sepenuhnya untuk pembudi daya lobster dalam negeri, sehingga tak perlu diekspor.
 

(ADN)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif