Iuran BPJS Kesehatan naik per 1 Juli 2020. Foto: dok MI/Pius Erlangga.
Iuran BPJS Kesehatan naik per 1 Juli 2020. Foto: dok MI/Pius Erlangga.

10 Komitmen Perbaikan Layanan BPJS Kesehatan

Ekonomi BPJS Kesehatan
Ade Hapsari Lestarini • 01 Juli 2020 15:46
Jakarta: BPJS Kesehatan resmi naik pada 1 Juli 2020. Perseroan pun mengklaim akan terus melakukan perbaikan dan peningkatan layanan kepada peserta.
 
Merujuk penaikan ini, pada awal 2020, BPJS Kesehatan merencanakan beberapa poin yang akan ditingkatkan dari sisi layanan. Hal ini akan dilakukan melalui 10 komitmen perbaikan layanan.
 
"Mulai dari layanan di kantor BPJS Kesehatan, sampai dengan layanan di fasilitas kesehatan," kata Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma'ruf, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 1 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Iqbal menambahkan beberapa poin komitmen perbaikan layanan tersebut juga memanfaatkan teknologi informasi yang terintegrasi sehingga peserta dapat mengakses layanan JKN-KIS dengan mudah, cepat dan pasti.
 
"Misalnya menyediakan layanan antrean elektronik di fasilitas kesehatan yang terintegrasi dengan Mobile JKN, menyediakan display informasi ketersediaan tempat tidur untuk perawatan di rumah sakit," jelasnya.
 
Selanjutnya, komitmen peningkatan layanan juga dilakukan melalui integrasi sistem informasi yang ada di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) dengan sistem Informasi BPJS Kesehatan melalui Mobile JKN.
 
Dia menuturkan dengan integrasi tersebut peserta dapat melakukan pendaftaran layanan, rujukan dan riwayat pelayanan. BPJS Kesehatan juga mendorong rumah sakit untuk menyediakan display jadwal atau antrean tindakan media operatif.
 
Baca: Iuran BPJS Kesehatan Mulai Naik Hari Ini
 
Kemudian memberikan kemudahan informasi, penanganan keluhan, hal-hal administratif serta bantuan terkait informasi penjaminan JKN-KIS di rumah sakit, BPJS Kesehatan menghadirkan petugas BPJS SATU! atau BPJS Kesehatan Siap Membantu.
 
"Peserta akan dengan mudah menemui petugas BPJS SATU! yang memakai atribut khusus rompi kuning dan di beberapa rumah sakit besar menggunakan alat transportasi personal untuk mempermudah mobilitas petugas BPJS SATU!," tambah dia.
 
Sedangkan dari sisi pelayanan kepesertaan, BPJS Kesehatan menghadirkan kemudahan peserta untuk pindah kelas perawatan melalui program PRAKTIS. BPJS Kesehatan juga melakukan penyederhanaan proses administrasi pada loket peserta secara elektronik.
 
BPJS Kesehatan juga memanfaatkan layanan digital yang baru-baru ini diluncurkan yaitu CHIKA dan VIKA. CHIKA adalah pelayanan informasi dan pengaduan melalui chat yang direspons oleh artificial intelligence.
 
CHIKA memberi informasi seperti cek status peserta, cek tagihan BPJS Kesehatan, lokasi fasilitas kesehatan, lokasi kantor cabang, mengubah data peserta, dan registrasi peserta.
 
"Fitur ini dapat diakses lewat Facebook Messenger, Telegram, serta WhatsApp di nomor 08118750400. Sementara VIKA adalah layanan informasi menggunakan mesin penjawab. Gunanya untuk mengecek status tagihan dan status kepesertaan melalui Care Center 1500400," paparnya.
 
Selain itu, BPJS Kesehatan juga memastikan kemudahan pasien gagal ginjal kronis mendapatkan layanan cuci darah melalui simplifikasi prosedur.
 
Simplifikasi ini dilakukan bagi pasien gagal ginjal kronis yang rutin mendapatkan layanan cuci darah (hemodalisis) di rumah sakit dan sudah terdaftar dengan menggunakan sidik jari (finger print). Mereka kini tidak perlu lagi mengulang membuat surat rujukan dari FKTP.
 
BPJS Kesehatan juga meningkatkan akses pelayanan administrasi kepesertaan melalui Mobile Customer Service (MCS) yang terjadwal dan menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok. Untuk layanan yang diberikan mulai dari sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, perubahan data kepesertaan seperti pindah fasilitas kesehatan, perubahan kelas perawatan, penambahan anggota keluarga, dan pemberian informasi dan pengaduan.
 
"Simplifikasi layanan pasien hemodialisa dengan finger print dan MCS saat ini menyesuaikan dengan situasi pandemi covid-19. Program ini sejatinya sudah kami implementasikan sebelum terjadi pandemi," pungkas Iqbal.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif