NEWSTICKER
Bawang merah (Foto:Antara/Prasetia Fauzani)
Bawang merah (Foto:Antara/Prasetia Fauzani)

Jaminan Pangan Domestik Dinilai Lebih Penting daripada Impor

Ekonomi berita kementan
M Studio • 25 Maret 2020 16:12
Jakarta: Pandemi korona melahirkan berbagai persoalan. Berbagai kebijakan diterapkan untuk melawan pandemi korona.
 
Salah satu masalah yang menjadi perhatian adalah ketersediaan pangan untuk masyarakat. Akademisi sekaligus Guru Besar Ilmu Pertanian UGM Prof Masyhuri menjelaskan pemberian stimulus kepada petani saat ini penting untuk memacu produksi.
 
"Bukannya anti-impor, tapi bila memang ketersediaan pangan domestik katanya cukup (selama masa krisis pandemi korona) itu dulu yang diutamakan. Jangan produk pertaniannya masih ada, tapi impor," ujar Masyhuri, dalam siaran pers di Jakarta, Rabu, 25 Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Masyhuri, mengandalkan kemampuan pertanian dalam negeri dan dukungan stimulus kepada petani dapat dijadikan salah satu topangan pertahanan Indonesia dalam kondisi krisis.
 
"Kita bisa juga ciptakan substitusi impor asal pembangunan pertanian di desa diperkuat. Konsisten membangun pertanian bakal memperkuat ekonomi nasional," kata Masyhuri.
 
Masyhuri menuturkan, dengan jaminan ketersediaan pangan cukup baik dari pemerintah Indonesia saat krisis wabah virus korona bakal membawa kemandirian dari ketergantungan impor dari negara lain.
 
Sementara itu, guna memastikan stabilitas stok serta harga pangan, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menggandeng para pelaku produsen dan pemasok, Jumat pekan lalu.
 
Mentan Syahrul Yasin Limpo bersama produsen dan pemasok melakukan kesepakatan pemenuhan 11 komoditas pangan pokok yakni, beras, jagung, daging ayam, daging sapi, telur, minyak goreng, gula pasir, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif