Ilustrasi diskon listrik. Foto : PLN.
Ilustrasi diskon listrik. Foto : PLN.

Realisasi Subsidi Diskon Listrik Capai Rp7,51 Triliun hingga Akhir Oktober 2021

Ekonomi BUMN PLN Kementerian Keuangan Subsidi Listrik
Eko Nordiansyah • 29 November 2021 11:37
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi diskon listrik sampai dengan Oktober 2021 mencapai Rp7,51 triliun. Diskon listrik telah dimanfaatkan oleh 30,8 juta pelanggan dari total 32,6 juta pelanggan rumah tangga, bisnis, industri daya 450 VA, dan pelanggan rumah tangga 900 VA (DTKS) yang berhak mendapatkan diskon listrik.
 
Dilansir Medcom.id dari data APBN KiTa, Senin, 29 November 2021, realisasi subsidi secara keseluruhan mencapai Rp144,43 triliun atau 82,37 persen dari pagu, tumbuh 15,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020 (yoy). Pertumbuhan ini didorong oleh realisasi subsidi energi yang mencapai Rp97,57 triliun dan realisasi subsidi nonenergi yang mencapai Rp46,87 triliun.
 
Dari sisi penyaluran, sampai dengan September 2021, volume penyaluran solar mencapai 11.309,36 ribu KL, minyak tanah mencapai 362,50 ribu KL, dan LPG 3 kg mencapai 5.547,81 juta kg, serta volume penyaluran/penjualan listrik bersubsidi sampai dengan September 2021 mencapai 46,84 tWh yang menjangkau sasaran sebanyak 37,97 juta pelanggan subsidi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, realisasi penyaluran subsidi nonenergi sampai dengan Oktober 2021 antara lain penyaluran pupuk bersubsidi mencapai 6,25 juta ton, penyaluran KUR sebesar Rp237,17 triliun, subsidi bunga KUR kepada 6,28 juta debitur, dan bantuan Perumahan kepada 104,18 ribu unit rumah.
 
Adapun realisasi belanja lain-lain sampai dengan 31 Oktober 2021 mencapai Rp27,02 triliun. Realisasi tersebut utamanya digunakan untuk program penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, meliputi pelaksanaan Program Kartu Prakerja sebesar Rp20,98 triliun bagi 5,91 juta peserta.
 
Selain itu, ada pembayaran selisih kurang antara pemakaian riil dengan rekening minimum dan pembebasan biaya beban atau abonemen tagihan listrik sebesar Rp1,91 triliun untuk 1,15 juta pelanggan listrik penerima bantuan, dan bantuan iuran JKN kelompok PBPU dan BP kelas III sebesar Rp1,44 triliun untuk 34,71 juta jiwa.

 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif