Harga telur mulai turun. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya.
Harga telur mulai turun. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya.

Harga Minyak Goreng hingga Telur Mulai Stabil, Inflasi Januari 2022 Diproyeksi 0,58%

Ekonomi Inflasi Bank Indonesia Telur Ayam minyak goreng harga telur Minyak Goreng Satu Harga
Husen Miftahudin • 21 Januari 2022 19:34
Jakarta: Bank Indonesia (BI) memproyeksi inflasi pada Januari 2022 sebesar 0,58 persen (mtm). Angka ini turun jika dibandingkan dengan proyeksi bank sentral pada pekan pertama Januari 2022 dengan inflasi sebesar 0,61 persen (mtm), dan cenderung stabil dari realisasi inflasi Desember 2021 sebesar 0,57 persen (mtm).
 
"Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu ketiga Januari 2022, perkembangan harga pada Januari 2022 tetap terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,58 persen (mtm)," ujar Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dikutip dari rilis Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah, Jumat, 21 Januari 2022.
 
Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia memperkirakan tingkat inflasi Januari 2022 secara tahun kalender sebesar 0,58 persen (ytd), dan secara tahunan sebesar 2,20 persen (yoy).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun penyumbang utama inflasi Januari 2022 yaitu komoditas Bahan Bakar Rumah Tangga (BBRT) sebesar 0,12 persen (mtm), daging ayam ras sebesar 0,09 persen (mtm), telur ayam ras dan tomat masing-masing sebesar 0,05 persen (mtm), beras sebesar 0,04 persen (mtm).
 
Kemudian minyak goreng, sabun detergen bubuk/cair dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,03 persen (mtm); cabai rawit dan bawang merah masing-masing sebesar 0,02 persen (mtm); serta jeruk, bawang putih, dan mi kering instan masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).
 
"Sementara itu, komoditas yang mengalami deflasi yaitu cabai merah sebesar 0,05 persen (mtm) dan tarif angkutan udara sebesar 0,02 persen (mtm)," terang Erwin.
 
Terkait hal tersebut, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.
 
"Termasuk melakukan langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," pungkas Erwin.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif