Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Peta Jalan Digital Indonesia Perlu Dapat Dukungan

Antara • 08 Agustus 2022 07:27
Jakarta: PT NAP Info Lintas Nusa (Matrix NAP Info), perusahaan penyedia jasa telekomunikasi di Indonesia, bersama Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menjalin kerja sama strategis. Kerja sama itu guna menjaga, mendorong, dan memperkuat keberlangsungan layanan internet di Indonesia yang harapannya berdampak terhadap ekonomi digital.
 
Adapun kerja sama ini ditandai dengan dilakukannya penandatanganan perjanjian kerja sama antara Matrix NAP Info dengan APJII dalam menghadirkan Super MMR dan Super Node IIX. "Ini menjadi suatu solusi bagi percepatan teknologi informasi Indonesia," kata Managing Director Matrix NAP Info Thomas Dragono, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 8 Agustus 2022.
 
Thomas menambahkan pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan kualitas internet Indonesia dengan menjawab kebutuhan infrastruktur TIK. "Sebagai bagian daripada Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024," tuturnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketua Umum APJII Muhammad Arif Angga mengatakan saat ini pertumbuhan Internet Service Provider (ISP) di Indonesia semakin tinggi. Hal itu terlihat dari semakin bertambahnya anggota APJII yang sudah menyentuh angka 780. Sedangkan Data Center di Cyber sudah tidak dapat menampung kapasitas lagi.
Baca: Ekonomi Indonesia Diperkirakan Terus Menguat

"Sehingga kami harus melakukan perluasan jangkauan dengan berkolaborasi bersama Matrix NAP Info dalam menghadirkan Super MMR dan Super Node IIX. Kami berharap kedepannya kami dapat bersama-sama mengembangakan ISP di Indonesia agar dapat dinikmati bagi seluruh anggota APJII," ujarnya.
 
Di sisi lain, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memproyeksikan Indonesia mampu menjadi pemain industri digital terbesar di Asia Tenggara dalam delapan tahun ke depan ditopang potensi ekonomi digital yang diprediksi mencapai Rp4.500 triliun.
 
"Pertanyaan saya selalu sama, kapan perubahan ini terjadi kalau kita tidak adaptasi sehingga akhirnya kita hanya jadi pasar. Saat hanya menjadi pasar maka tidak ada investasi untuk pembukaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi akan tumbuh lebih besar di negara lain," ujarnya.
 
Erick menyebutkan sudah terlalu lama sumber daya alam dan pasar besar Indonesia hanya dijadikan sebagai pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja bagi negara lain. Untuk itu, lanjut Erick, pemerintah bekerja keras untuk melakukan perubahan dengan menekan pengiriman Sumber Daya Alam (SDA) dalam bentuk bahan baku ke luar negeri.
 
Salah satunya dengan memperkuat ekosistem industri baterai listrik. Ia menilai keberpihakan terhadap sumber daya alam berdampak besar bagi masyarakat lewat terciptanya pembukaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.
 
"Kita tidak anti asing atau anti investasi luar negeri, tapi keseimbangan pertumbuhan yang merata harus dipastikan, pertumbuhan Indonesia harus lebih tinggi dari negara lain," pungkas Erick.
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif