Ilustrasi teknologi Rawa Intensif, Super dan Aktual (RAISA) - - Foto: dok Kementan
Ilustrasi teknologi Rawa Intensif, Super dan Aktual (RAISA) - - Foto: dok Kementan

Kementan Punya Teknologi Khusus untuk Garap Lahan Rawa

Ekonomi Kementerian Pertanian teknologi pertanian Food Estate
Ilham wibowo • 24 Oktober 2020 12:30
Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki teknologi mutakhir untuk memaksimalkan potensi pertanian di lahan rawa. Instrumen teknologi ini akan mendukung keberhasilan programfood estate Kalimantan Tengah.
 
Kepala Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Fadjry Djufry mengatakan teknologi budidaya yang dinamai Rawa Intensif, Super dan Aktual (RAISA) tersebut bisa mendukung produksi padi di lahan dengan kandungan tinggi unsur mikro seperti zat besi (Fe) dan natrium (Na).
 
Teknologi tersebut dapat meningkatkan hasil dan meningkatkan indeks pertanaman dari IP 100 menjadi IP 200 atau bahkan IP 300 dalam satu tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kondisi existing sebelumnya di kawasan food estate ini, produktivitas padi masih di bawah produktivitas nasional yakni hanya 2-4 ton per ha. Balitbangtan menerapkan teknologi RAISA di kawasanfood estate, akan dapat meningkatkan produktivitas padi menjadi 5-6 ton per ha," ujar Fadjry melalui keterangan tertulis, Sabtu, 24 Oktober 2020.
 
Menurut Fadjry, implementasi teknologi RAISA ini sudah teruji pada lahan rawa pasang surut di antaranya di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan. Karena itu, teknologi ini diyakini berhasil meningkatkan produksi di wilayah programfood estate.
 
“Sebelum diaplikasikan di kawasan food estate, teknologi RAISA berhasil dikembangkan di beberapa sentra padi yang lahannya sama-sama lahan rawa pasang surut, hasilnya dapat meningkatkan produksi padi 13-20 persen," paparnya.
 
Adapun RAISA merupakan teknologi yang dirancang khusus untuk budidaya padi di lahan rawa dengan mengadopsi beberapa teknologi pengelolaan lahan rawa buatan Indonesia. Proses pengujiannya dilakukan melalui demfarm di beberapa lokasi yang memiliki karakteristik serupa.
 
"Teknologi ini komponennya aktual, karena menggunakan hasil inovasi Badan litbang Pertanian terkini untuk pengelolaan dan sistem produksi padi di lahan rawa pasang surut , teknologi ini prospektif untuk dikembangkan," ungkap dia.
 
Kapuslitbangtan Priatna Sasmita menambahkan, paket teknologi RAISA meliputi penggunaan varietas unggul baru spesifik lahan rawa, pengelolaan/tata air mikro dan pemanfaatan pembenah tanah. Kemudian pemupukan spesifik berdasarkan Perangkat Uji Tanah Rawa (PUTR), pengendalian hama dan penyakit secara terpadu, serta mekanisasi pertanian.
 
Selain penggunaan varietas spesifik, kata dia, kunci keberhasilan lain yang mendukung yakni pengelolaan lahan, air dan hara yang tepat. Pemberian kapur pertanian dan pembenah tanah memegang peranan penting karena mampu memberikan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan varietas padi di lahan rawa.

 
“Dengan paket pengelolaan lahan rawa ini akan optimal dalam meningkatkan produksi dan produktivitas padi," ungkap Priatna.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif