Logo PT PLN Persero. Foto: Dok. PLN
Logo PT PLN Persero. Foto: Dok. PLN

Hingga September, PLN Raup Penjualan Listrik Rp205 Triliun

Ekonomi listrik PLN
Suci Sedya Utami • 27 Oktober 2020 18:37
Jakarta: PT PLN (Persero) mencatatkan penjualan tenaga listrik hingga September 2020 sebesar Rp205,1 triliun. Penjualan ini mengalami pertumbuhan 1,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp202,7 triliun.
 
Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN Agung Murdifi mengatakan meski di tengah pandemi covid-19, penjualan listrik PLN tumbuh 0,6 persen dari 180.570 gigawatt per hour (GWh) di kuartal ketiga tahun lalu menjadi 181.638 GWh pada kuartal ketiga 2020.
 
Peningkatan penjualan tenaga listrik didorong adanya pertumbuhan jumlah pelanggan perseroan menjadi sebanyak 77,9 juta hingga 30 September 2020, atau meningkat sebesar 3,4 juta pelanggan dibandingkan dengan posisi 30 September 2019 sebesar 74,5 juta pelanggan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Peningkatan penjualan listrik pada sektor rumah tangga dan industri pertanian serta industri UMKM ikut mendorong pertumbuhan penjualan yang positif," kata Agung dalam keterangan resmi, Selasa, 27 Oktober 2020.
 
Penjualan tenaga listrik tersebut menyumbang pendapatan usaha PLN sepanjang sembilan bulan terakhir yang sebesar Rp212,2 triliun, atau meningkat 1,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang membukukan pendapatan usaha sebesar Rp209,3 triliun.
 
Untuk meringankan beban kelompok masyarakat yang paling terdampak pandemi covid-19, pemerintah memberikan stimulus dalam bentuk pembebasan tagihan rekening listrik dan keringanan biaya listrik kepada pelanggan rumah tangga dengan daya 450 VA dan 900 VA. Stimulus ini diperpanjang hingga Desember 2020.
 
Selain itu, stimulus juga diberikan dalam bentuk pembebasan biaya abonemen bagi pelanggan golongan sosial, bisnis dan industri sampai dengan 900 VA. Serta pembebasan rekening minimum (emin) bagi pelanggan PLN golongan sosial, bisnis, dan industri, termasuk layanan khusus dengan daya mulai 1300 VA yang berlaku mulai dari Juli hingga Desember 2020.
 
Di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti di masa pandemi, perseroan tetap terus melakukan upaya efisiensi biaya usaha. Selama kuartal ketiga, Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik (BPP) perseroan sebesar Rp1.340 per kWh, lebih rendah Rp48 per kWh atau 3,4 persen dibandingkan BPP di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.388 per kWh.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif