PLTA Asahan III. Foto: dok PLN.
PLTA Asahan III. Foto: dok PLN.

PLN Pastikan PLTA Asahan III Beroperasi 2024

Ekonomi Pembangkit Listrik PLN Transisi Energi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
Desi Angriani • 02 Desember 2021 11:49
Jakarta: PT PLN (Persero) yakin Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan III senilai Rp5 triliun dapat beroperasi pada 2024. Kehadiran pembangkit berkapasitas 2x87 megawatt (MW) ini akan mendukung percepatan transisi energi.
 
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) Octavianus Padudung mengatakan penyelesaian proyek PLTA tersebut terus berlanjut meski terhalang oleh pandemi.
 
"Jika mega proyek ini selesai akan dihasilkan daya 174 MW dan keuntungan lainnya, pembangkit menggunakan tenaga air ini sangat efisien dan ramah lingkungan," kata Octavianus dalam siaran pers, Kamis, 2 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun PLN memulai konstruksi Sungai Asahan dan berhasil dialihkan ke sungai bendung pengarah (river diversion channel), sehingga pembangunan bendung gerak (intake weir) dapat segera dilaksanakan.
 
Sementara pada sisi hilir, pekerjaan ekskavasi rumah pembangkit bawah tanah power house yang dimulai sejak Juni 2020, telah dinyatakan selesai pada Mei 2021.
 
Power house merupakan bangunan utama tempat beroperasinya turbin dan generator dan berada di bawah tanah pada kedalaman lebih kurang 150 meter. Pekerjaan terowongan bawah tanah (tunnel) secara keseluruhan telah dicapai sepanjang 3,8 kilometer (km) dari total 7,8 km.
 
Dengan selesainya proses ekskavasi power house ini, salah satu tahap kritis pada pembangunan proyek PLTA Asahan III telah berhasil dilewati. Teknologi ini tak hanya membuat pembangkit makin andal tetapi juga lebih efisien.
 
"Tentunya pengoperasian pembangkit ini juga dapat menurunkan biaya pokok penyediaan tenaga listrik di Sumatra Utara, serta meningkatkan pelayanan PLN kepada konsumen dengan penyediaan energi listrik yang lebih andal dan efisien," ujar Octavianus.
 
Proyek PLTA Asahan III saat ini digarap oleh Shimizu Adhikarya Join Operation dengan rencana operasi pada 2024. Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kenji Kanasugi menyebut pembangunan PLTA ini menjadi wujud komitmen Indonesia dan Jepang dalam memasifkan energi bersih dan mencapai net zero emission ke depan.
 
"Proyek PLTA Asahan III ini merupakan salah satu proyek penting terkait hubungan bilateral Indonesia dan Jepang. Karena itu, kami sengaja datang ke sini untuk memberikan dukungan terhadap penyelesaiannya," ucap Kenji.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif