Ekonomi Tiongkok. Foto : AFP.
Ekonomi Tiongkok. Foto : AFP.

Simak 5 Berita Menarik Ekonomi dalam Sepekan

Ekonomi IMF Tiongkok Berita Terpopuler Ekonomi Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Arif Wicaksono • 24 Oktober 2021 10:04
Jakarta: Kesalahan ekonomi Tiongkok dalam mengelola ekonomi menjadi berita terpopuler kanal ekonomi Medcom.id dalam sepekan. Mantan Kepala Ekonom Dana Moneter Internasional (IMF) Raghuram Rajan mengatakan Tiongkok berisiko membuat kesalahan besar karena menindak sebagian besar ekonominya mulai dari teknologi, bimbingan pribadi, hingga properti. Kondisi tersebut tentu patut diwaspadai dan diantisipasi.
 
Kemudian, berita terpopuler lainnya adalah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) yang menilai bahwa keberadaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung penting dan krusial bagi sektor transportasi publik di Indonesia di masa depan.
 
Berikut rangkuman berita terpopuler kanal ekonomi Medcom.id dalam sepekan, di bawah ini.

1. Mantan Kepala Ekonom IMF: Tiongkok Berpotensi Buat Kesalahan Besar


Mantan Kepala Ekonom Dana Moneter Internasional (IMF) Raghuram Rajan mengatakan Tiongkok berisiko membuat kesalahan besar karena menindak sebagian besar ekonominya mulai dari teknologi, bimbingan pribadi, hingga properti. Kondisi tersebut tentu patut diwaspadai dan diantisipasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya sangat khawatir tentang Tiongkok karena sampai batas tertentu mereka menyerang basis pertumbuhan mereka sejauh ini," kata Kepala Ekonom IMF dari 2003 hingga 2006, Raghuram Rajan, dilansir dari CNBC International, Senin, 18 Oktober 2021.
 
Baca berita selengkapnya di sini.

2. MTI: Proyek Kereta Cepat Berguna untuk 30 Tahun ke Depan


Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai bahwa keberadaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung penting dan krusial bagi sektor transportasi publik di Indonesia di masa depan.
 
"Penting sekali proyek ini diselesaikan karena sudah berjalan," kata Sekretaris Jenderal MTI Harya Setyaka Dillon dikutip dari Antara, Selasa, 19 Oktober 2021.
 
Baca berita selengkapnya di sini.


3. Tegas! Menko Polhukam: Penyelenggara Pinjol Ilegal Bakal Dijerat Pidana dan Perdata


Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD dengan tegas menyatakan penyelenggara pinjaman online (pinjol) ilegal akan dijerat secara hukum, baik secara pidana maupun perdata.
 
"Dari sudut hukum perdata, pinjol ilegal itu adalah tidak sah karena tidak memenuhi syarat objektif maupun syarat subjektif seperti diatur di dalam hukum perdata. Jadi dua syarat objektif tidak terpenuhi, dua syarat subjektifnya tidak terpenuhi," jelas Mahfud dalam keterangan resminya, dikutip Rabu, 20 Oktober 2021.
 
Baca berita selengkapnya di sini.

4. Capai Target 1 Juta Barel, Luhut Minta Sektor Migas Prioritaskan Industri Dalam Negeri


Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar semua pelaku sektor minyak dan gas bumi (migas) bisa mengutamakan pertumbuhan industri dalam negeri agar target produksi migas pada 2030 terwujud.
 
Menurut Luhut, pelaku industri migas, industri penunjang migas, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) harus bisa bersinergi untuk mewujudkan target produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) tersebut.
 
Baca berita selengkapnya di sini.

5. Hore! Jalan Tol Pertama di Sulawesi Utara Segera Rampung November 2021


Konstruksi Jalan Tol Manado-Bitung Seksi 2B Ruas Simpang Susun (SS), Danowudu-Bitung akan rampung pada November 2021. Jalan tol pertama di Sulawesi Utara ini terhubung dengan Pelabuhan Internasional Bitung, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung. Pembangunan tol ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan daya saing investasi di wilayah tersebut.
 
Baca berita selengkapnya di sini.
 


 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif