Ilustrasi  Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) - - Foto: MI/ Bagus Suryo
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) - - Foto: MI/ Bagus Suryo

PLN Siap Comot Pembangkit Milik Anak Usaha Chevron di Blok Rokan

Ekonomi PLN chevron pembangkit listrik tenaga gas uap (pltgu) Blok Rokan
Suci Sedya Utami • 22 Juni 2021 21:41
Jakarta: PT PLN (Persero) siap memasok kebutuhan listrik bagi Blok Rokan dengan mengambil alih saham milik Chevron Standard Limited (CSL) di PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara (MCTN). PLN akan menjadi pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) di wilayah kerja migas tersebut.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan pihaknya segera mengakuisisi saham perusahaan afiliasi PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) itu guna memastikan pasokan listrik aman ketika PT Pertamina (Persero) mengoperasikan blok tersebut.
 
Ia bilang perseroan sebelumnya telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Pertamina untuk memasok kebutuhan listrik blok Rokan dalam perjanjian tersebut ada masa transisi selama tiga tahun sebelum PLN selagi dibangun jaringan listrik PLN di blok Rokan.
 
"Kita akuisis PLTG North Duri Cogen (NDC) yang dimiliki MCTN, ini adalah anak CSL afiliasi CPI, kita koordinasi bernegosiasi mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama kita close kita dapatkan saham MCTN 100 persen milik PLN," kata Bob dalam diskusi daring, Selasa, 22 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk memenuhi kebutuhan listrik dan steam Blok Rokan, PLN membaginya dalam dua tahap. Pertama, di masa transisi 2021-2024, PLN akan memanfaatkan pasokan listrik dari pembangkit existing yakni dengan skema akuisisi PLTG NDC dengan biaya yang paling efisien.

 
Periode ini dibutuhkan sembari PLN membangun jaringan listrik yang membutuhkan waktu tiga tahun. Kedua, masa permanen pasca 2024, PLN akan memasok listrik secara total dari sistem Sumatra dan steam akan dipasok dengan pembangunan steam generator. Ia bilang apabila tidak ada hambatan, maka proses akuisisi akan rampung pada pekan ini.
 
"Proses akuisisi sekarang ini negosiasi CSL langsung B to B dua entitas harapan kita tadi pagi kami mencapai kesepakatan bunyi pasal-pasal Conditional Sale Processing Agreement (CSPA), kita bisa tandatangani dalam waktu tidak terlalu lama, tentu ada masa transisi," ujar Bob.
 
Lebih jauh, Bob menambahkan setelah mengakusisi saham tersebut, maka MCTN akan menjadi anak usaha PLN sehingga tidak akan ada perubahan operator dari PLTG NDC sehingga tetap akan beroperasi normal ketika terjadi alih kelola Blok Rokan ke Pertamina pada Agustus nanti. Begitupun dengan para pekerja pembangkit listrik yang akan menjadi pegawai PLN.

 
“Ini pengembalian saham kondisi perusahaan dengan orang-orang didalamnya kita tidak perlu khawatirkan gangguan dan lain-lain, toh sahamnya yang diambil alih PLN pegawai-pegawai akan jadi bagian PLN," ungkap Bob.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif