Ilustrasi BBM. Foto : MI/Panca.
Ilustrasi BBM. Foto : MI/Panca.

Pemerintah Masih Evaluasi untuk Turunkan Harga BBM

Ekonomi harga bbm virus corona
Suci Sedya Utami • 18 Maret 2020 19:43
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah hingga saat ini masih mengevaluasi harga bahan bakar minyak (BBM) seiring dengan penurunan harga minyak dunia.
 
Airlangga mengatakan pemerintah masih memantau dan memonitor perkambangan harga minyak dunia lebih jauh lagi ke depannya. Sehingga untuk saat ini, kendati minyak dunia mengalami penurunan, namun belum diikuti dengan penurunan harga jual di dalam negeri.
 
"Untuk harga BBM pemerintah masih akan evaluasi efek dari perkembangan harga minyak, selanjutnya memonitor harga," kata Airlangga dalam rapat terbatas yang dilakukan melalui video teleconference, Rabu, 18 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Presiden Joko Widodo sebelumnya telah meminta penurunan harga minyak dunia terhadap harga jual eceran bahan bakar minyak (BBM) di masyarakat.
 
Jokowi juga meminta agar menteri terkait mengkalkulasi penurunan harga minyak dunia terhadap perekonomian, termasuk dampaknya ke penerimaan negara, serta menghitung perkiraan penurunan tersebut bakal terjadi ke depannya.
 
"Kita tahu harga minyak dunia sekarang ini turun, karena itu saya minta dikalkulasi, dihitung dampak dari penurunan terhadap perekonomian kita terutama BBM bersubsidi dan nonsubsisi. Kemudian perkiraan harga ke depan," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas.
 
Sementara itu, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menilai terlalu awal jika pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) saat ini di tengah menurunnya harga minyak dunia akibat korona.
 
Meskipun Luhut memahami jika perang yang terjadi antara Arab Saudi dan Rusia membuat pergerakan minyak semakin tertekan ke level yang lebih rendah. Namun, menurut Luhut perang tersebut tidak akan berlangsung panjang sehingga bisa berpotensi meningkatkan harga minyak kembali.
 
"Terlalu awal untuk memprediksi turun BBM. Kalau Saudi dan Rusia damai nanti harganya naik lagi, kita nanti terlalu cepat (mengambil keputusan)," ujar Luhut Senin lalu.
 
Mengutip Antara, Rabu, 18 Maret 2020, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April turun USD1,75 atau 6,1 persen menjadi USD26,95 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei turun USD1,32 atau 4,39 persen menjadi di USD28,73 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Para pelaku pasar cemas tentang risiko penurunan signifikan terhadap permintaan minyak di tengah kian merebaknya wabah virus korona yang menyebabkan penutupan beberapa negara di Eropa dan Asia.
 
Sementara itu, masih ada tanda perang harga di pasar minyak, karena Arab Saudi dan Rusia -dua produsen minyak utama - tidak membuat upaya untuk mendamaikan perbedaan mereka, para ahli mencatat.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif