Pertamina. Foto : MI/SAFIR MAKKI.
Pertamina. Foto : MI/SAFIR MAKKI.

Kuartal I, Produksi Migas Pertamina Capai 919 Ribu BOEPD

Ekonomi migas pertamina
Suci Sedya Utami • 06 April 2020 19:25
Jakarta: PT Pertamina (Persero) mencatatkan kinerja produksi migas di kuartal I-2020. Di tengah pandemi covid-19, produksi migas pertamina naik dua persen dibanding rata-rata produksi di tahun lalu.
 
Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu menyebutkan produksi di kuartal satu sebesar 919 ribu barel ekuivalen minyak per hari (mboepd). Sementara rata-rata produksi tahun lalu sebesar 901 mboepd. Adapun rincian realisasi produksi di kuartal I ini di antaranya produksi minyak rata-rata 421 barel per hari (bpd) dan gas mencapai rata-rata 2.887 juta kaki kubik (mmscfd).
 
“Dengan penyesuaian sistem kerja dan personil untuk mengantisipasi pandemi covid-19, Pertamina tetap berupaya menjaga produksi migas sesuai dengan target dalam RKAP. Hingga saat ini, telah mencapai 99 persen dari target,” kata Dharmawan dalam keterangan resmi, Senin, 6 April 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada tahun ini, Pertamina memasang target produksi migas sebesar 923 ribu boepd tersebut terdiri dari produksi minyak 430 ribu bph dan gas 2.857 mmscfd. Target tersebut rencananya akan didapatkan dari kontribusi produksi migas dari operasi hulu Pertamina di dalam negeri sebesar 765 ribu boepd dan luar negeri 158 ribu boepd.
 
Dari aset luar negeri, Dharmawan sempat menjelaskan, produksi minyak ditargetkan naik tipis dari 105 ribu bph menjadi 107 ribu bph, serta produksi gas meningkat dari 276 mmscfd menjadi 298 mmscfd. Sementara dari blok migas dalam negeri, produksi minyak ditargetkan sebesar 323 ribu bph dan gas 2.559 mmscfd.
 
Darmawan mengatakan untuk aset luar negeri melalui PT Pertamina International EP (PIEP) memberikan kontribusi produksi migas yang positif sebesar 156 mboepd ata 103 persen dari target kuartal I.
 
"Peningkatan produksi terutama dari kinerja lapangan di Algeria," tutur dia.
 
Sementara itu, dalam mengantisipasi dampak penurunan harga minyak mentah dunia yangdibarengi dengan pandemi covid-19 Pertamina mengambil langkah antisipasi dengan menerapkan business continuity plan sembari terus melakukan evaluasi yang mendalam untuk prioritasi rencana kerja, biaya operasi, dan investasi. Hal ini sejalan dengan kebijakan korporasi melakukan optimalisasi pembiayaan.
 
“Pertamina terus berupaya menjaga tingkat investasi hulu guna memenuhi kebutuh migas nasional, baik produksi dan lifting, namun dengan beberapa penyesuaian berdasarkan skala prioritas agar keekonomian proyek juga tetap dapat tercapai," jelas Dharmawan.
 
Pertamina juga terus memantau perkembangan situasi global, utamanya harga minyak mentah dunia, kurs rupiah terhadap dolar serta dampak pandemi covid-19.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif