Pariwisata di Bali. Foto : MI/Ramdani.
Pariwisata di Bali. Foto : MI/Ramdani.

Komunitas Adat Perkuat Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Bali

Ekonomi pandemi covid-19
Antara • 06 Agustus 2020 16:29
Badung: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan bahwa Bali sudah aman dikunjungi wisatawan.
 
Suharso menyebut beberapa alasan untuk Bali aman bagi wisatawan pada masa pandemi covid-19 itu, yakni sistem komunitas adat di daerah itu berpartisipasi mencegah penyebaran covid-19.
 
"Mereka punya pecalang (petugas keamanan adat), itu sistemnya komunitas. Jika ada yang terkena, mereka bisa antisipasi cepat," katanya dikutip dari Antara, Kamis, 6 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain komunitas adat, lanjut dia, fasilitas kesehatan di Pulau Dewata dinilai memadai, mengingat daerah ini merupakan destinasi wisata dunia. "Tingkat yang kena (covid-19) juga mulai menurun dan mudah-mudahan bisa menurun terus," katanya.
 
Alasan lain, protokol kesehatan di kalangan masyarakat Bali juga relatif memiliki kesadaran dalam menggunakan masker, jaga jarak hingga tersedianya fasilitas sanitasi tangan di sejumlah titik.
 
"Fasilitas pariwisata di antaranya perhotelan dan restoran juga menerapkan protokol kesehatan. Jadi tidak usah khawatir, pencegahan dengan sistem komunitas yang kuat dengan sistem pecalang, kemudian masyarakatnya sendiri menerapkan kedisiplinan itu," katanya.
 
Agaknya, pandangan Menteri PPN/Bappenas itu sesuai dengan fakta, seperti adanya pecalang di kawasan Desa Adat Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, yang melakukan pengawasan protokol kesehatan kepada pengunjung pantai dari masyarakat lokal, saat kran pariwisata belum dibuka mulai 31 Juli 2020.
 
"Sesuai arahan Bendesa (Kepala Desa Adat) Jimbaran dan Ketua Satgas covid-19 Jimbaran, dalam pelaksanaan normal baru ini, kami berharap perilaku masyarakat dapat tetap mengindahkan protokol kesehatan, dan kami juga terus melakukan pengawasan untuk itu," ujar Koordinator Pecalang Desa Adat Jimbaran, I Nyoman Suwirya, di Badung, 12 Juli 2020.
 
Dalam pelaksanaan pengawasan, petugas pecalang didampingi unsur pengamanan lainnya, seperti TNI/Polri serta Linmas setempat, berkeliling di kawasan Pantai Jimbaran untuk memastikan pengunjung pantai telah menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan sebagai upaya dalam mencegah penyebaran pandemi covid-19.
 
"Yang menjadi perhatian kami tentu saja masyarakat dan pengunjung pantai agar tetap mempergunakan masker, tetap mengatur dan menjaga jarak dan yang juga rajin mencuci tangan di tempat yang telah disediakan atau menggunakan cairan hand sanitizer," katanya.
 
Mereka juga berkeliling di kawasan pantai serta di sejumlah restoran dan kafe ikan bakar yang ada di pinggir Pantai Jimbaran untuk melakukan sosialisasi dan mengingatkan pengunjung terkait dengan protokol kesehatan yang harus dilakukan menggunakan pengeras suara.
 
Apabila ditemukan ada masyarakat maupun wisatawan yang belum mengenakan masker maupun berkumpul di suatu tempat, petugas juga akan langsung menghampiri dan meminta mereka untuk mengenakan masker dan menjaga jarak.
 
Fakta di lapangan itu juga diikuti dengan sikap Pemerintah Provinsi Bali sendiri yang membuka "kran" pariwisata secara bertahap melalui Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 15243 Tahun 2020.
 
Merujuk pada SE Gubernur Bali itu, pariwisata Bali mulai dibuka untuk wisatawan Nusantara (wisatawan domestik) pada 31 Juli 2020 dan untuk wisatawan asing dibuka mulai 11 September 2020.

 
(SAW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif