Ilustrasi proyek kereta cepat - - Foto: Antara/ Raisan Al Farisi
Ilustrasi proyek kereta cepat - - Foto: Antara/ Raisan Al Farisi

Pemerintah Diusulkan Setop Proyek Ibu Kota Baru hingga Kereta Cepat

Ekonomi kereta cepat Ibu Kota Baru Berita Virus Corona Hari Ini
Eko Nordiansyah • 24 April 2020 21:19
Jakarta: Ekonom Faisal Basri mengusulkan pemerintah menghentikan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur demi memaksimalkan penanganan virus korona (covid-19). Salah satu proyek yang tidak mendesak ialah pembangunan ibu kota baru dan proyek kereta cepat.

"Kalau kita krisis, tunda lah apa yang bisa ditunda. Tapi Ketua Bappenas katakan ibu kota (baru) jalan terus. Ini apa? Kereta cepat, itu kan proyek ngaco dan pembiayaan enggak jelas. Itu proyek properti," kata dia dalam diskusi virtual di Jakarta, Jumat, 24 April 2020.
 
Menurutnya pemerintah harus mengubah pola pikir (mindset) dalam menangani covid-19 di Indonesia. Pasalnya penanganan pandemi tersebut tidak cukup hanya dengan melebarkan defisit anggaran lantaran dipastikan penerimaan negara dari sisi pajak turun drastis.
 
Ia menambahkan pembatalan sejumlah proyek yang tidak mendesak tersebut dinilai tidak akan berdampak signifikan bagi Indonesia. Untuk itu, dibutuhkan desain ulang proyek infrastruktur beberapa tahun ke depan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Indonesia enggak akan mati kalau enggak ada ibu kota baru. Tapi kalau legacy Jokowi mau ada ibu kota negara, dan ini enggak diutak-atik ini bahaya. Harus ada komitmen bahwa pembangunan infrastruktur ada yang mubazir, oleh karena itu harus didesain ulang," ungkapnya.
 
Lebih lanjut tambahan investasi baru yang membuat ICOR naik tak dibutuhkan jika utang pemerintah bertambah besar. Ia pun menyinggung pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang dinilai hanya menguntungkan pengusaha demi menarik investasi.
 
"Oleh karena itu, batalkan omnibus yang melucuti hak-hak pekerja. Di era ini tunjukkan pentingnya memperkokoh hak kerja supaya semua enggak diserahkan kepada korporasi. Mana bisa selesaikan krisis kalau iuran dana sosial sedikit, iuran hari tua sedikit," pungkas dia.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif