Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

CSIS: RUU Ciptaker Harusnya Dibuat Sejak Lama

Ekonomi Omnibus Law
Juven Martua Sitompul • 31 Juli 2020 00:44
Jakarta: Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) dinilai bakal meningkatkan investasi di Indonesia. Seharusnya regulasi tersebut sudah ada sejak lama.
 
"Itu memang sebenarnya sudah keharusan yang seharusnya Indonesia sudah lakukan sejak bertahun-tahun yang lalu," kata pengamat ekonomi-politik Center for Strategic and International Studies (CSIS), Yose Rizal Damuri di Jakarta, Kamis, 30 Juli 2020.
 
Menurut dia, pemodalan jadi permasalahan di Indonesia. Tak hanya modal dari negara lain, namun juga investasi dari dalam negeri. Utamanya terkait tumpang tindih peraturan dan kewenangan pemerintah pusat dan daerah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:BKPM: RUU Ciptaker Susul Ketertinggalan RI dari Negara Lain
 
Termasuk, kata dia, perizinan berbelit, dan masalah tenaga kerja. Yose menyebut pemerintah perlu langkah cepat melakukan reformasi kebijakan dengan membuat aturan Ciptaker.
 
"Makanya perlu dilakukan secara langsung, secara komprehensif. Ini adalah ide dari Omnibus Law Cipta kerja tersebut," ujar dia.
 
Yose menyayangkan sejumlah pihak yang mempermasalahkan RUU Ciptaker. Utamanya yang menganggap rancangan aturan itu menguntungkan dunia usaha dan merugikan tenaga kerja.
 
Padahal dunia usaha dengan tenaga kerja satu sama lain saling membutuhkan. Sehingga sama-sama diuntungkan oleh aturan itu. Hadirnya aturan tersebut semakin mendesak saat pandemi korona. Sebab banyak masyarakat butuh pekerjaan.
 
"Ada jutaan orang yang belum masuk pasar tenaga kerja yang membutuhkan reformasi," ujarnya.

 

(ADN)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif