Ilustrasi UMKM. Foto: Medcom.id/Hendrik Simorangkir
Ilustrasi UMKM. Foto: Medcom.id/Hendrik Simorangkir

Pemerintah Dituntut Cepat Selamatkan UMKM

Ekonomi UMKM
Husen Miftahudin • 29 Juli 2020 22:20
Jakarta: Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta pemerintah cepat tanggap menyelamatkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari jurang keterpurukan imbas pandemi covid-19. Sebab, hingga saat ini sudah ada sebanyak 163.713 UMKM dan 1.785 koperasi yang terkena dampak covid-19.
 
"Terpuruknya UMKM karena turunnya permintaan secara signifikan menjadi permasalahan utama bagi ekonomi. Guna mempertahankan hidup, maka masyarakat harus bijak dalam merancang strategi dan inovasi dalam berbisnis dengan memilih sektor bisnis yang menjadi prioritas sektor covid-19," ujar Sandi dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Rabu, 29 Juli 2020.
 
Menurutnya, pemerintah dan korporasi perlu memperhatikan cara meningkatkan kewirausahaan melalui generasi milenial yang 55 persen di antaranya ingin mandiri dengan membuka usaha sendiri. Hal ini bakal menjadi gerbang di era kenormalan baru (new normal) dan masyarakat harus sudah mulai melakukan akselerasi digital dengan cara kolaborasi atau mewadahi anak muda dalam memulai usaha.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"1998 dan 2008 sektor korporasi sempat bailout akibat krisis yang terjadi di negara ini, tapi UMKM tetap kokoh dan tangguh sebagai frontman dalam menyelamatkan perekonomian nasional. Namun, 2020 UMKM menjadi yang paling terpukul jatuh di ronde awal," ungkap Sandi.
 
Para pelaku UMKM juga dituntut untuk memanfaatkan platform lain, seperti digitalisasi. Permasalahannya, sebut dia, saat ini banyak UMKM yang gagal masuk ke platform digital lantaran kurangnya produksi ketika adanya permintaan yang banyak ketika masuk pasar daring.
 
Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah akuntabilitas dalam mengelola keuangan dan mitigasi krisis. Banyak pelaku UMKM yang belum memahami bagaimana mengelola keuangan secara efektif.
 
"Seringkali menemukan kasus bahwa UMKM masih buta akuntansi. Tidak adanya catatan keuangan bisnis akan menyulitkan UMKM apa yang harus diprioritaskan," jelas Sandi.
 
Di sisi lain, Founder KAHMIPreneur yang juga anggota DPR Komisi XI Kamrussamad mengakui pandemi covid-19 berdampak pada semua aspek, mulai dari kesehatan, sosial, ekonomi, hingga keuangan. Selain adanya perlambatan ekonomi, wabah ini juga bakal peningkatan angka kemiskinan dan pengangguran hingga lima persen.
 
Paling terpukul ialah UMKM dan koperasi, padahal kedua sektor ini menyumbang paling besar tenaga kerja di Indonesia. Terkait hal ini, menurutnya, pengembangan digitalisasi menjadi hal penting untuk menjaga keberlangsungan bisnis UMKM dan koperasi di masa pandemi.
 
"Terkait pengembangan pada era 4.0 perlu juga digitalisasi koperasi dan modern. Selain itu, perlu juga kolaborasi bisnis sesama koperasi maupun pelaku usaha lainnya, dan yang paling utama adalah pengembangan sumber daya manusianya," ucap dia.
 

(DEV)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif