Ekspor produk keramba jaring apung buatan PT Gani Arta Dwitunggal ke Maladewa. Foto : Kemendag.
Ekspor produk keramba jaring apung buatan PT Gani Arta Dwitunggal ke Maladewa. Foto : Kemendag.

Keramba Jaring Apung Senilai Rp4,8 Miliar Diekspor ke Maladewa

Ekonomi ekspor Kementerian Perdagangan
Ilham wibowo • 13 September 2020 09:58
Jakarta: Produk keramba jaring apung buatan PT Gani Arta Dwitunggal memperkuat daya saing ekspor dengan menembus pasar Maladewa. Ekspor tersebut dikemas menggunakan tujuh kontainer senilai USD327 ribu atau Rp4,8 miliar.
 
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan bahwa ekspor produk keramba jaring apung ke Maladewa menunjukkan pandemi covid-19 merupakan tantangan yang bisa dihadapi. Kenaikan jumlah pengapalan diharapkan terus terjaga dalam meningkatkan ekspor nonmigas RI di pasar global.
 
"Ini selaras dengan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia yang mendorong penggunaan produk lokal, sehingga dapat menjadi tuan rumah di negera sendiri dan mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Agus melalui keterangan tertulisnya, Minggu, 13 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan menambahkan bahwa produk keramba jaring apung dengan merek Aquatec merupakan inovasi penggunaan bahan Prime Grade High Density Polyethylene (HDPE). Keunggulannya yakni ramah lingkungan dan memiliki kekuatan tarik, kelenturan, ketahanan yang lebih kuat dari plastik daur ulang, serta berdaya tahan lebih lama.
 
“Meskipun ekspor produk Indonesia banyak menghadapi tantangan dan dampak tekanan pandemi, namun kita harus terus melakukan berbagai upaya dan terobosan inovasi untuk tetap bisa bertahan dan mendapatkan peluang,” ungkap Kasan.
 
Saat ini, diperkirakan setengah dari produksi perikanan dunia berasal dari perikanan tangkap. Perlambatan pertumbuhan produksi terus dialami karena jumlah hasil tangkapan yang hampir mencapai kapasitas maksimal akibat penangkapan ikan berlebihan dan maraknya aktivitas penangkapan ilegal.
 
Indonesia pun memiliki potensi dalam meningkatkan ekspor sarana dan prasarana untuk produk perikanan guna mengoptimalkan potensi budidaya perikanan laut. Produk, keramba jaring apung modern produksi PT Gani Arta Dwitunggal menjadi contoh pengembangan inovasi teknologi kelautan dan perikanan modern.
 
“Diharapkan pengembangan inovasi ini mampu membangun industri budidaya perikanan laut lepas di dalam negeri, tidak hanya secara global,” ucap Kasan.
 
Sementara itu, Olvy menjelaskan sebagai pemimpin pasar domestik, Aquatec memiliki peluang ekspor yang terus berkembang. Hingga 2019, PT Gani Arta Dwitunggal telah menjual lebih dari 16 ribu unit produk Aquatec di seluruh Indonesia. Selain itu, perusahaan ini telah mengekspor produknya ke Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Tiongkok, Maladewa, dan Ghana.
 
“Aquatec memiliki sertifikat tingkat kandungan dalam negeri yang dikeluarkan oleh Kementerian Perindustrian. Hal ini membuktikan bahwa produk buatan dalam negeri mampu bersaing secara global,” jelas Olvy.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif