Beras. Foto : MI/BENNY BASTIANDY..
Beras. Foto : MI/BENNY BASTIANDY..

Aksi Borong Beras Masih Terjadi di Pasar Cipinang

Ekonomi harga beras
Ilham wibowo • 05 Maret 2020 10:53
Jakarta: Memasuki hari ketiga usai pengumuman virus korona covid-19 terdeteksi positif di Indonesia masih membuat kepanikan masyarakat untuk menyetok pangan. Hal ini dialami distributor beras di Pasar Induk Cipinang.
 
"Dua, tiga hari ini omzet meningkat bisa tiga kali lipat, kalau hari biasa hanya laku 100 ton dan di situasi saat ini bisa keluar 300 ton," ucap pengelola toko beras Idolaku, Hariyanto, kepada Medcom.id, Kamis, 5 Maret 2020.
 
Peningkatan jumlah permintaan beras biasanya terjadi pada saat momentum hari besar keagamaan. Namun, covid-19 ini membuat pedagang beras di tingkat pengecer buru-buru mengambil stok barang di Pasar Induk Cipinang.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau yang beli kebanyakan reseller langganan saya yang biasa belanja rutin. Saya tanyakan ke langganan, memang kejadian kenaikan omzet ini terjadi di semua toko-toko beras langganan saya," ungkapnya.
 
Selain lantaran khawatir covid-19, masyarakat juga cenderung menyetok bahan pangan lantaran memiliki dana di awal bulan. Pria yang akrab disapa Anto ini menyebut, meski diimbau tidak berlebihan, dirinya tak bisa melarang masyarakat yang mau membeli.
 
Selain itu, kondisi ini juga turut mengerek harga beras per kilogramnya. Akan tetapi harga jual beras yang sepenuhnya dari petani lokal ini tetap mengacu pada HET yang ditetapkan pemerintah.
 
"Harga masih terkendali, kenaikan antara Rp100-Rp200 per kilo dan biarpun ada aksi borong saya yakin untuk beras tidak bakal kekurangan stok karena masalahnya saat ini sudah memasuki musim panen," ucapnya.
 

 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif