Ilustrasi bawang putih. Foto: Antara/R Rekotomo
Ilustrasi bawang putih. Foto: Antara/R Rekotomo

Pengamat: Persetujuan Impor di Kemendag Harus Dievaluasi

Ekonomi Kementerian Perdagangan Impor Bawang Putih
Antara • 29 September 2020 06:16
Jakarta: Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menilai proses persetujuan impor bawang putih di Kementerian Perdagangan (Kemendag) harus dievaluasi. Prosesnya harus melalui prosedur dan ketentuan yang berlaku serta tak boleh menguntungkan pelaku usaha tertentu.
 
"Surat Persetujuan Impor (SPI) yang keluar harus terbuka, supaya jelas ke publik. Ada pertanggungjawaban ke publik bahwa importir-importir ini jelas siapa," kata Uchok seperti dikutip dari Antara, Senin, 28 September 2020.
 
Ia menyesalkan adanya dugaan bahwa pemberian izin bawang putih dalam jumlah ton yang besar diberikan kepada importir tertentu yang tidak mempunyai distribusi yang jelas. "Kalau tidak jelas, berarti ada dugaan mafia yang bermain," katanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk itu, Uchok mengharapkan seluruh izin yang keluar dari instansi terkait harus sesuai prosedur dan mampu dipertanggungjawabkan kepada publik.
 
Dalam kesempatan terpisah, Komisioner Ombudsman Ahmad Alamsyah Saragih mengatakan pihaknya terus memantau proses pemberian izin bawang putih yang diduga bermasalah.
 
Menurut dia, kisruh impor bawang putih beberapa kali selalu terjadi karena banyak pihak berkepentingan dengan tingkat ketidakpastian yang berbeda-beda.
 
"Kalau ada yang mau lapor ke Ombudsman, kita tindak lanjuti. Laporan harus jelas, yakni ada yang merasa keberatan, melapor dengan administrasi yang jelas. Tapi, selama belum ada yang lapor, kita pantau terus," katanya.
 
Baca:KPPU Dukung Pengusutan Dugaan Persaingan Tak Sehat Impor Bawang Putih
 
Sebelumnya, Ketua Perkumpulan Pelaku Usaha Bawang Putih dan Sayuran Umbi Indonesia (Pusbarindo) Valentino mengatakan masih banyak anggotanya yang belum bisa mendapatkan SPI.
 
Padahal, menurut Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 44, pengajuan SPI tersebut paling lambat dua hari kerja sudah harus mendapatkan tanda-tangan persetujuan.
 
"Tapi nyatanya sudah berbulan-bulan tidak keluar. Kalau RIPH Kementan, mayoritas anggota kita semua sudah dapat, tapi SPI yang susah," katanya.
 
Menanggapi keluhan tersebut, Kementerian Perdagangan menyatakan pengajuan SPI harus melalui pemeriksaan berkas secara hati-hati mengingat adanya importir baru yang ikut dalam pengadaan bawang putih.
 
(UWA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif