Menteri Teten (kedua dari kanan) saat meninjau Koperasi Keluarga Mitra Tani di Desa Jenggawah, Jember, Jawa Timur. Foto: Dok. Kemenkop UKM
Menteri Teten (kedua dari kanan) saat meninjau Koperasi Keluarga Mitra Tani di Desa Jenggawah, Jember, Jawa Timur. Foto: Dok. Kemenkop UKM

Koperasi Edamame di Jember Jadi Percontohan Nasional

Ekonomi petani Kementerian Koperasi dan UKM
Ilham wibowo • 01 Oktober 2020 22:29
Jember: Koperasi Keluarga Mitra Tani di Desa Jenggawah, Jember, Jawa Timur disebut bisa menjadi contoh sukses dalam pengelolaan produk hasil pertanian. Peningkatan nilai tambah edamame yang menembus pasar ekspor dipercaya turut menyejahterakan petani.
 
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut bahwa kegiatan Keluarga Mitra Tani merupakan bentuk ideal koperasi pangan yang perlu digerakkan secara nasional. Komoditas edamame hasil produksi petani secara terintegrasi dan menembus pasar ekspor karena telah bermitra dengan PT Mitra Tani Dua Tujuh sebagai offtaker.
 
"Sedikit koperasi yang terintegrasi seperti ini, ini model bisnis bagus koperasi berhadapan dengan market dan offtaker. Dengan ada kepastian market seperti ini, koperasi menjadi mudah untuk mendapatkan pembiayaan guna mengembangkan usahanya," kata Teten melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 1 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Teten menyebutkan bahwa hingga saat ini jumlah koperasi pangan yang aktif hanya 11 persen atau 13.821 unit dari 123.048 unit yang tersebar di berbagai daerah. Hal ini terjadi karena koperasi belum memiliki model bisnis dan tidak terintegrasi dalam produksinya.
 
Realita tersebut sangat disayangkan bila dibiarkan karena situasi pandemi covid-19 menjadi momentum bagi koperasi di sektor pangan untuk berkembang dan menjadi pemain di skala global. Dibandingkan sektor lain, komoditas pangan selama pandemi ini mengalami pertumbuhan yang positif.
 
Teten pun tengah menyiapkan pilot project koperasi sektor produksi di Tanah Air yang mencakup sektor pangan, hasil laut, perkebunan, dan peternakan. Potensi yang dihasilkan diyakini memuaskan lantaran Indonesia memiliki keunggulan domestik dan peluang usaha yang besar bagi koperasi di sektor-sektor tersebut.
 
"Kita akan masuk ke komoditas sawit di Sumatra dengan empat juta hektare lahan sawit mandiri, lalu pilot project koperasi padi di Demak Jawa Tengah, kemudian juga koperasi pangan di wilayah perhutanan sosial. Model ini akan kita kembangkan, komoditinya tergantung potensi daerah masing-masing," paparnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif