Kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) di Kecamatan Sindang Barang, Jawa Barat, mampu meningatkan produktivitas dan indeks pertanaman (Foto:Dok.Kementan)
Kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) di Kecamatan Sindang Barang, Jawa Barat, mampu meningatkan produktivitas dan indeks pertanaman (Foto:Dok.Kementan)

Dibantu RJIT, Produktivitas dan IP di Sindang Barang Cianjur Meningkat

Ekonomi Kementan
M Studio • 05 Mei 2021 15:22
Cianjur: Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengoptimalkan sektor pertanian di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dengan memberikan berbagai bantuan. 
 
Salah satu bantuan tersebut berupa kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) di Kecamatan Sindang Barang. Kegiatan padat karya ini mampu meningatkan produktivitas dan indeks pertanaman.
 
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan RJIT diharapkan bisa membantu petani mendapatkan pasokan air dan meningkatkan produktivitas petani.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan RJIT, kita memang ingin memastikan lahan pertanian mendapatkan pasokan air yang dibutuhkan. Tetapi lebih dari itu, RJIT juga kita harapkan bisa membantu meningkatkan ekonomi masyarakat petani dengan meningkatkan produktivitas," tutur Mentan Syahrul, dikutip siaran pers, Senin, 3 Mei 2021.
 
Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy menjelaskan lebih lanjut mengenai kegiatan RJIT.
 
"RJIT bukan hanya kegiatan untuk membenahi atau merehabilitasi jaringan  irigasi tersier yang rusak. Lebih dari itu, RJIT juga dilakukan untuk memaksimalkan fungsi dari saluran irigasi, sehingga luas tanam, produtivitas, juga IP bertambah," ucapnya.
  
Di Cianjur, kegiatan RJIT dilakukan Poktan Sugih Tani yang diketuai Sumarli. Kegiatan ini dipusatkan di Desa Muara Cikadu Kecamatan Sindang Barang, Cianjur.
 
"Sebelum diperbaiki saluran irigasi ini masih berupa saluran tanah. Sehingga, distribusi air ke lahan sawah kurang lancar akibat sering kehilangan air akibat banyaknya kebocoran serta saluran yang mengalami penyempitan akibat sedimentasi," katanya.
 
Dengan kegiatan RJIT, saluran dibuat menjadi permanen menggunakan konstruksi pasangan batu gunung dengan dua sisi lining saluran.
 
Saluran yang dibangun sepanjang 145 meter, lebar 40 cm, dan tinggi 70 cm.
 
Luas layanan irigasi sebelum dilakukan rehabilitasi saluran seluas 35 hektare (ha). Angka itu meningkat menjadi 40 ha setelah direhab.
 
Sedangkan produktivitas yang sebelumnya hanya 4,7 ton/ha, setelah saluran di rehab mengalami kenaikan menjadi 5 ton/ha. Begitu juga IP yang awalnya 200 atau 2 kali tanam dalam 1 tahun, mengalami kenaikan IP menjadi 250 atau 2,5 kali dalam 1 tahun.
 
"Dampak lain dari rehabilitasi saluran ini adalah dapat dilakukannya percepatan tanam secara serempak," ujar Sarwo Edhy.
 
(ROS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif