Kepala BKPM Bahlil Lahadalia - - Foto: dok BKPM
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia - - Foto: dok BKPM

Bahlil Bocorkan Rencana Nestle Investasi Rp2,81 Triliun untuk Tambah Pabrik

Ekonomi BKPM Investasi Asing Nestle Indonesia Konvergensi MGN Media Group News Summit Indonesia 2021
Eko Nordiansyah • 27 Januari 2021 14:50
Jakarta: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan rencana Nestle untuk mengucurkan investasi sebesar USD200 juta atau sekitar Rp2,81 triliun. Investasi ini akan digunakan untuk membangun pabrik baru.

"Kemarin saya menemui Nestle, mereka juga akan melakukan pengembangan ekspansi sekitar USD200 juta. Itu mungkin bulan depan mereka sudah mulai groundbreaking pabrik mereka yang keempat," katanya dalam Media Group News (MGN) Summit: Indonesia 2021 secara virtual di Jakarta, Rabu, 27 Januari 2021.
 
Ia menambahkan investasi untuk industri makanan minuman tetap mengalami kenaikan meski di tengah pandemi covid-19. Tak hanya investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA).
 
Oleh karena itu, Bahlil memastikan bahwa pemerintah akan memberi dukungan agar investasi untuk sektor makanan minuman bisa terus meningkat. Bahkan pemerintah akan menjamin ketersedian bahan baku untuk mendukung industri ini kedepannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi kita dukung terus kalau untuk industri makanan dan minuman, jangankan dukung, gendong pun kita gendong. Memang saya akui bahwa kemarin-kemarin itu untuk bahan baku itu diantara kementerian teknis sudah tahulah ada gerakan tanpa bolanya banyak lah," jelas dia.
 
Menurut dia, kehadiran Undang-Undang (UU) Cipta Kerja akan membantu menyelesaikan kendala yang ada. Salah satunya adalah perizinan impor bahan baku yang akan lebih mudah didapatkan untuk menjamin kelangsungan industrinya tetap bisa beroperasi.
 
"Jadi kalau kementerian teknis perdagangan tidak mengeluarkan impor, rekomendasinya terlalu lama itu menteri perindustrian bisa cepat, dan insyaallah dengan pola seperti ini maka kita menjamin suplai bahan baku untuk memastikan industri berjalan itu tetap akan dilakukan," pungkasnya.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif