Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. FOTO: Kemenperin
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. FOTO: Kemenperin

Kemenperin Dorong Kesiapan BUMN untuk Transformasi Industri 4.0

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Ekonomi Indonesia Kementerian Perindustrian Kementerian BUMN Revolusi Industri 4.0
Suci Sedya Utami • 23 April 2021 08:05
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melakukan transformasi ekonomi melalui Making Indonesia 4.0. Dorongan tersebut dibuktikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang pelaksanaan asesmen Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) untuk BUMN.
 
Penandatanganan itu dilakukan antara Kemenperin dengan Kementerian BUMN. Penandatanganan MoU dilakukan secara langsung oleh Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri BUMN Erick Thohir. Agus menjelaskan Making Indonesia 4.0 akan berlanjut pada periode 2020-2024.
 
Asesmen INDI 4.0 untuk mengukur kesiapan industri BUMN dalam bertransformasi menuju industri 4.0. Hal ini sejalan dengan aspirasi pemegang saham BUMN untuk penyusunan rencana kerja dan anggaran perusahaan 2021 dalam kebijakan taktis-teknologi dan teknologi informasi. BUMN wajib melakukan asesmen INDI 4.0 untuk mengukur kesiapan industri dalam bertransformasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penandatanganan MoU ini bertujuan untuk mendukung program Making BUMN 4.0 sebagai bagian dari program Making Indonesia 4.0 dalam mendorong kesiapan BUMN bertransformasi ke industri 4.0," kata Agus, Kamis, 22 April 2021.
 
Sebanyak 17 dari total 107 perusahaan BUMN telah melakukan asesmen INDI 4.0 pada 2019 dan 2020, di antaranya PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Pegadaian (Persero).
 
Agus mengatakan perusahaan BUMN memegang peran penting bagi perekonomian nasional. Transformasi dan implementasi industri 4.0 pada perusahaan BUMN diyakini akan meningkatkan produktivitas, efisiensi, kontribusi nilai tambah, daya saing, dan keberlanjutan industri nasional.
 
"Kami sangat mengapresiasi peran dan dukungan kuat dari Kementerian BUMN terkait akselerasi Making Indonesia 4.0 melalui pelaksanaan asesmen INDI 4.0 untuk BUMN, sehingga target Making Indonesia 4.0 berupa peningkatan kontribusi ekspor netto, produktivitas terhadap biaya, litbang (R&D) terhadap PDB pada 2030 dapat terwujud,” jelas Agus.
 
Erick mengatakan dalam rangka mendukung Making Indonesia 4.0, Kementerian BUMN berinisiasi membuat program Making BUMN 4.0. Hal ini sesuai dengan salah satu prioritas Kementerian BUMN yakni kepemimpinan teknologi yang berisi harapan BUMN ke depan untuk mampu memimpin secara global dalam sektor teknologi strategis dan melembagakan kapabilitas digital.
 
“Melalui platform atau fasilitas ini, kami berharap dapat mewujudkan BUMN sebagai tempat untuk learn, grow, and contribute dalam menjalankan perannya Making BUMN 4.0,” ujar Erick.
 
Sesuai slogan BUMN untuk Indonesia, Erick berharap BUMN dapat terus memberikan sumbangsih terbaik bagi negeri dan semakin kompetitif di tengah peta persaingan industri 4.0 yang tak terbatas. Pasalnya, untuk mewujudkan Indonesia Emas di 2045, BUMN yang semakin agile terhadap perubahan adalah kunci dalam menghadapi setiap tantangan yang terjadi.
 
“Pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi salah satu pilar penting untuk mewujudkan visi Indonesia 2045. Semoga kerjasama dan kolaborasi ini dapat berjalan dengan baik sehingga akan berdampak positif dalam mentransformasi Indonesia,” pungkas Erick.
 
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif