Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. FOTO: Kemenparekraf
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. FOTO: Kemenparekraf

Menparekraf Ajak 19 Dubes Uni Eropa Bahas Sinergi di Sektor Parekraf

Ekonomi industri kreatif Ekonomi Kreatif Kemenparekraf
Antara • 15 Oktober 2021 13:08
Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengundang sejumlah duta besar (dubes) yang tergabung di dalam Uni Eropa untuk membahas sinergi di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) dengan Indonesia.
 
"Suatu kehormatan bagi kami untuk melakukan pertemuan dengan para duta besar anggota Uni Eropa," kata Sandi, di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, dilansir dari Antara, Jumat, 15 Oktober 2021.
 
Pada kesempatan itu, ia bersama dengan 19 dubes anggota Uni Eropa membahas beberapa hal. Antara lain pembangunan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan berbasis alam serta budaya, lalu pembukaan kembali penerbangan internasional di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, terkait karantina bagi diplomat dan pengunjung internasional, perjalanan domestik untuk anak di bawah 12 tahun, penerapan aplikasi PeduliLindungi, serta data transfer ekonomi kreatif.
 
Sandiaga menerangkan, bahwa pertemuan ini perlu dilakukan karena sektor parekraf merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) negara.
 
Sebelum pandemi, dikatakan, devisa sektor pariwisata berada di posisi dua setelah minyak dan gas bumi. Karena itu, ia menargetkan di 2022 nilai devisa pariwisata dan kontribusi PDB pariwisata harus lebih ditingkatkan.
 
Adanya pandemi dinilai memberikan berbagai pandangan baru mengenai sektor parekraf, bahwa pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan menjadi fokus utama.
 
Dalam arti, fokus utamanya bukan lagi kuantitas tetap bagaimana dapat memberikan pengalaman yang berkualitas dan berkesan bagi wisatawan, serta memberikan kontribusi terhadap masyarakat setempat.
 
"Cara untuk melihat bagaimana kualitas dari pada wisatawan yaitu berdasarkan dua hal, pertama lenght of stay (lama tinggal) dan yang kedua the power of buying product local (kekuatan membeli produk lokal) yang memberikan dampak terhadap masyarakat lokal,” pungkasnya.
 
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif